Foto: Andre | Tampak Ir. Musa Sombuk, M.Si., Anggota DPR Papua, ketika memberikan keterangan pers kepada media JMF, Selasa (12/5).
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Anggota Komisi V DPR Papua dari jalur pengangkatan Otonomi Khusus, Ir. Musa Yosep Sombuk, M.Si., menyampaikan keprihatinan serius atas kerusuhan yang terjadi usai pertandingan antara tim Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 8 Mei 2026 lalu.
Insiden yang dipicu kekecewaan sebagian suporter atas kekalahan Persipura tersebut mengakibatkan kerusakan fasilitas stadion serta pembakaran sejumlah kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas. Kerugian material yang ditimbulkan pun disebut sangat besar.
Kepada wartawan di Jayapura, Selasa (12/5), Musa Sombuk menyayangkan aksi anarkis massa yang mencoreng dunia sepak bola Papua. Menurutnya, kekecewaan terhadap hasil pertandingan tidak seharusnya dilampiaskan dengan tindakan perusakan yang merugikan banyak pihak.
“Sebagai wakil rakyat, saya sangat menyayangkan aksi anarkis tersebut. Banyak fasilitas stadion rusak, kendaraan dibakar, dan masyarakat ikut menjadi korban akibat luapan emosi pascapertandingan,” ujarnya.
Mantan Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat itu juga memberikan apresiasi kepada Ketua Panitia Pelaksana pertandingan yang telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik sepak bola Papua atas insiden tersebut.
Ia turut mengapresiasi langkah cepat aparat keamanan yang dinilai berhasil mencegah kerusuhan meluas ke sejumlah wilayah lain di Papua, khususnya Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.
Selain itu, Musa juga menyampaikan simpati kepada para pendukung Persipura yang datang menonton laga penentuan tersebut namun harus kehilangan kendaraan akibat aksi pembakaran di area stadion.
Ia menegaskan, peristiwa kerusuhan di Stadion Lukas Enembe tidak boleh berhenti hanya pada permohonan maaf semata. Menurutnya, perlu ada langkah hukum dan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Karena itu, Musa Sombuk mendesak aparat berwenang segera membentuk tim investigasi terpadu yang melibatkan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura, PSSI, panitia pelaksana pertandingan, manajemen Persipura, kelompok suporter Persipura Mania, serta aparat penegak hukum.
“Peristiwa 8 Mei ini harus diusut tuntas. Semua pihak terkait perlu duduk bersama melakukan investigasi secara menyeluruh,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Musa menilai evaluasi harus dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pertandingan, termasuk sistem pengamanan dan manajemen risiko dalam event olahraga yang melibatkan puluhan ribu penonton.
Ia juga meminta dilakukan penyelidikan terkait jumlah penonton yang diduga melebihi kapasitas stadion, termasuk keberadaan penonton tanpa tiket yang masuk ke area pertandingan.
Tak hanya itu, Musa mendesak adanya tanggung jawab terhadap kerusakan fasilitas Stadion Lukas Enembe dan kerugian masyarakat yang telah membeli tiket resmi namun kendaraan mereka dirusak dan dibakar di area stadion.
Laporan: Andre Fonataba

















