Foto: istimewa | Tampak Bupati Roby W. Rumansara, SP., MH., didampingi Eduard Tasti, Plt. Kadishub, bersama pimpinan PT. Belibis operator Kapal Motor Cantika Lestari, ketika penandatanganan Mou bersama Pemda, Sabtu (21/2).

Makassar, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya kembali melanjutkan kerja sama pelayanan transportasi laut dengan PT Belibis Papua Mandiri. Kerja sama ini ditandai dengan penambahan rute pelayaran sekaligus efisiensi anggaran demi memperluas akses transportasi masyarakat di wilayah timur dan barat Mamberamo Raya.
Bupati Mamberamo Raya, Roby Wilson Rumansara, SP., MH, menjelaskan bahwa perjalanannya ke Makassar pada Sabtu (21/2) dilakukan untuk bertemu langsung dengan pimpinan PT Belibis Papua Mandiri, operator Kapal Motor Cantika Lestari 77 dan 88 yang melayani rute Pelabuhan Jayapura – Teba – Trimuris – Kasonaweja.
Melalui keterangan suara yang diterima redaksi, Bupati menyebutkan bahwa kerja sama ini bukan hal baru. Pemda Mamberamo Raya telah bermitra dengan PT Belibis sejak 2017, dan kontrak tahun ini merupakan perpanjangan kerja sama ke-10. Namun, pada masa kepemimpinannya, Pemda berhasil melakukan efisiensi anggaran yang signifikan.
“Dulu anggaran satu rute Kasonaweja–Jayapura pulang-pergi bisa mencapai Rp12 miliar per tahun. Sekarang kita tekan menjadi Rp7 miliar. Artinya ada penghematan sekitar Rp5 miliar,” jelasnya.

Dua Rute Dibuka Demi Keadilan Akses Transportasi
Untuk tahun anggaran 2026, Pemda Mamberamo Raya mengalokasikan anggaran transportasi laut untuk dua rute sekaligus, yakni Kasonaweja–Jayapura pulang-pergi dan Kasonaweja–Serui pulang-pergi. “Rute baru, Kaso, Trimuris, Bagusa, Teba, Poiwai, Bariwaro, Waropen, Serui.”
Kebijakan ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah barat Mamberamo Raya yang selama ini minim layanan transportasi laut dan kerap menghadapi biaya tinggi serta risiko keselamatan saat bepergian.
Baca juga: Aksi Palang BKD Mamberamo Raya Berujung Dialog, Bupati Roby Tegaskan Wewenang Pemerintah
Menurut Bupati, pembukaan rute baru bukanlah kepentingan kelompok tertentu, melainkan bentuk keadilan pelayanan pemerintah daerah kepada seluruh warga Mamberamo Raya, baik di wilayah timur maupun barat.
“Selama puluhan tahun masyarakat di wilayah barat belum tersentuh layanan transportasi perintis. Baru sekarang bisa dilayani kapal secara rutin. Ini soal keadilan,” tegasnya.
Tiket Disubsidi, Warga Bayar Lebih Murah
Pemda juga memberikan subsidi besar pada harga tiket kapal. Harga tiket komersial yang seharusnya mencapai sekitar Rp1,2 juta per penumpang ditekan menjadi Rp330 ribu. Pemerintah daerah menanggung sekitar Rp900 ribu, sementara masyarakat hanya membayar sisanya.
Kebijakan subsidi ini diharapkan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta distribusi barang dan jasa dari wilayah barat ke ibu kota kabupaten.
Kedepan, Pemda berkomitmen untuk terus menekan harga tiket agar semakin terjangkau, sembari menunggu pembangunan infrastruktur darat seperti jalan, jembatan, dan dermmaga.
“Prinsip kebijakan ini ada dua: transportasi tersedia dan terjangkau. Ketersediaan sudah kita penuhi, soal keterjangkauan akan terus kita benahi,” ujarnya.
Bupati berharap seluruh masyarakat dapat melihat kebijakan ini sebagai upaya bersama untuk kepentingan umum, bukan kepentingan wilayah tertentu. “Ini langkah awal, ke depan kita akan terus perbaiki agar layanan makin aman, lancar, dan merata,” tutupnya.
Laporan: Roy Hamadi

















