Serap Aspirasi Nelayan Weref, Senator David Waromi Janji Perjuangkan Sarana Tangkap dan Infrastruktur Pesisir

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Pdt. David Harold Waromi, SM.Th., bersama warga Kampung Nelayan Weref, Argapura, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu (22/2). 

banner 325x300

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Senator DPD RI asal Papua, Pdt. David Harold Waromi, SM.Th., melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Weref, Argapura, Kota Jayapura, untuk bertemu Kerukunan Keluarga Besar Ambai Serui (KKBAS) Kota Jayapura dan warga setempat. Kunjungan ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat pesisir, khususnya nelayan Orang Asli Papua.

Kedatangan Pdt. David Waromi disambut hangat oleh Ketua KKBAS Kota Jayapura, Lukson Wanggai, bersama pengurus dan anggota, di antaranya Otniel Oropa, Devretes Numberi, Lokius Waromi, Jekson Wona, Temeus Maniani, Betu Waroi, serta warga lainnya di rumah keluarga Lukius Waromi, di Weref. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat pesisir dan kepulauan. Aspirasi utama mencakup keterbatasan sarana dan prasarana perikanan, minimnya alat tangkap dan tempat penampungan hasil laut, serta kurangnya infrastruktur pendukung di wilayah kampung-kampung pesisir.

Perwakilan nelayan, Devretes Wanggai, mengungkapkan bahwa nelayan Orang Asli Papua masih tertinggal dalam hal teknologi dan peralatan tangkap dibanding nelayan dari daerah lain. Kondisi ini membuat nelayan lokal sulit bersaing di laut.

“Kami masih menggunakan alat tangkap tradisional, sementara nelayan dari luar sudah memakai peralatan yang lebih modern. Karena itu, kami sangat membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKBA Kota Jayapura, Lukson Wanggai, berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat memberi ruang lebih luas bagi kontraktor Orang Asli Papua untuk terlibat dalam proyek-proyek pembangunan di Tanah Papua. Menurutnya, kepercayaan dan peluang kerja akan mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal.

Aspirasi lain datang dari Jekson Wona yang menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur dermaga di wilayah pesisir dan kepulauan. Dermaga dinilai vital untuk menunjang aktivitas transportasi laut, mengatasi keterisolasian kampung-kampung di pulau terluar, serta mendukung distribusi hasil perikanan.

Selain itu, warga juga mengharapkan penyediaan penerangan tenaga surya karena masih banyak kampung pesisir yang belum menikmati listrik pada malam hari.

Baca juga: Pulang Kampung dalam Gelap: Senator DPD RI Soroti Krisis Listrik di Kepulauan Ambai 

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Senator David Waromi menyatakan komitmennya untuk menjadi jembatan antara masyarakat Papua dan pemerintah pusat. Seluruh aspirasi warga Kampung Weref, katanya, akan dibawa dan diperjuangkan dalam forum-forum resmi bersama kementerian terkait.

“Aspirasi masyarakat ini sangat penting. Saya akan teruskan ke kementerian terkait agar mendapat perhatian dan tindak lanjut yang konkret,” kata Waromi.

Ia menambahkan bahwa kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki peran strategis sebagai sumber utama pangan laut dan menjadi tumpuan hidup masyarakat nelayan skala kecil. Karena itu, penguatan sarana tangkap, akses infrastruktur, serta pemberdayaan nelayan lokal perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurutnya, nelayan skala kecil tetap menjadi tulang punggung sektor perikanan nasional karena mampu memasok sebagian besar kebutuhan ikan untuk konsumsi domestik. Oleh sebab itu, aspirasi nelayan Papua harus diperjuangkan agar tidak tertinggal dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Pertemuan di Kampung Weref tersebut tidak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga menumbuhkan harapan masyarakat akan adanya perubahan nyata melalui kebijakan dan program pemerintah pusat ke depan.

Laporan: Andre Fonataba

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *