Foto: istimewa | Nampak Ketua TP PKK Kota Jayapura, yang juga selalu Ketua MPR Papua Nerlince Wamuar, SE.,M.Pd., bersama Mama Port Numbay di sela Sosialisasi Pengembangan Keluarga, di Jayapura, Jumat (19/12).

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Upaya perlindungan perempuan dan anak asli Port Numbay terus diperkuat sebagai bagian dari visi besar menuju Papua Emas 2041.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pengembangan Keluarga Port Numbay yang digelar selama tiga hari, Rabu–Jumat (17–19 Desember 2025), di salah satu hotel di Kota Jayapura.
Mengusung tema “Selamatkan Perempuan Papua dan Anak Port Numbay untuk Masa Depan Papua”, kegiatan ini melibatkan lintas elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh perempuan, LSM adat, tokoh agama, kepala kampung, unsur TNI/Polri, hingga tenaga kesehatan Kota Jayapura.
Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan keseriusan dan kesadaran bersama bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan fondasi utama pembangunan Papua yang berkelanjutan.
Baca juga: Mama Marta Ohee Pamerkan 100 Karya Kerajinan Papua di Expo KTNA 2025
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, serta Ketua TP-PKK Kota Jayapura, yang terlibat aktif dalam diskusi, pemaparan materi, hingga perumusan rekomendasi kebijakan yang berpihak pada masyarakat adat Port Numbay.
Sejumlah narasumber kompeten turut dihadirkan, termasuk dokter spesialis kandungan, yang memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta peran strategis keluarga dalam membentuk generasi Papua yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan resmi ditutup pada Jumat (19/12). Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, MM, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan perhatian paling spesifik terhadap masyarakat Port Numbay dalam beberapa dekade terakhir.
“Selama 30 tahun saya mengabdi di Kota Jayapura, baru kali ini ada gerakan yang benar-benar fokus dan mendalam untuk masyarakat Port Numbay,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ke depan seluruh fasilitas dan tenaga kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga dokter spesialis, akan didorong lebih proaktif menjangkau masyarakat adat.
Baca juga: Pokja Perempuan MRP Tinjau Langsung Kondisi Pedagang Asli Papua di Pasar Pharaa Sentani
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Jayapura sekaligus Ketua MRP, Nerlince Wamuar Rollo, S.E., M.Pd., menekankan pentingnya pendampingan intensif bagi perempuan asli Port Numbay sejak masa kehamilan.
“Kita tidak ingin anak-anak Port Numbay hanya menjadi penonton di atas tanahnya sendiri,” tegas Nerlince.
Ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadikan masyarakat Port Numbay sebagai prioritas utama dalam program bantuan dan pemberdayaan.
Dari rangkaian diskusi dan dialog, forum menghasilkan empat rekomendasi strategis, yakni pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Masyarakat Adat Port Numbay, pelaksanaan pertemuan akbar bersama Pemerintah Kota Jayapura, penyusunan Rencana Strategis (Renstra) khusus masyarakat adat, serta inisiasi Gerakan Port Numbay Menanam Pohon sebagai simbol perlindungan tanah adat dan penguatan ekonomi keluarga.
Selain itu, forum juga menegaskan pentingnya regulasi yang lebih ketat untuk melindungi hak ulayat, agar tanah adat Port Numbay tidak lagi diperjualbelikan secara bebas.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi pembangunan di Kota Jayapura, dengan perempuan, anak, dan tanah adat sebagai pilar utama menuju terwujudnya Papua Emas 2041.
Laporan: Sony Rumainum

















