UCCC III Resmi Ditutup, UNCEN Tegaskan Komitmen Kembangkan Seni Paduan Suara Papua

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Sony | Tampak peserta juga juara ompetition Uncen Christmas Choir Competition ke III Tahun 2025

banner 325x300

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Ajang UNCEN Christmas Choir Competition (UCCC) ke-III Tahun 2025 resmi ditutup oleh Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Cenderawasih, Dr. Septinus Saa, S.Sos., M.Si, di Gedung Olahraga Universitas Cenderawasih, Abepura, Jumat (12/12).

Kompetisi paduan suara bernuansa Natal ini untuk ketiga kalinya digelar dan diikuti delapan peserta dari berbagai daerah, meliputi Kota Jayapura, Papua Barat, dan Papua Selatan. Peserta terdiri dari enam kategori pemuda dan mahasiswa, serta dua kategori pelajar tingkat SMP dan SMA.

UCCC III menghadirkan harmoni lagu-lagu rohani Natal yang sarat pesan spiritual, sekaligus menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat kebersamaan antar mahasiswa, pemuda, dan pelajar di Tanah Papua.

Dalam sambutannya, Dr. Septinus Saa menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, UCCC bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi wadah pembinaan karakter, persaudaraan, dan pengembangan talenta seni suara generasi muda Papua.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan nilai-nilai spiritual sebagaimana pesan tokoh peradaban Orang Papua, Pdt. Dr. Isac Samuel Kijne, yang menekankan bahwa puji-pujian kepada Tuhan membawa manusia pada pembebasan dan pembaruan hidup.

Ketua Panitia UCCC III, Maikel Weyai, menjelaskan bahwa peserta lomba berasal dari berbagai kelompok paduan suara, yakni Pniel Kotaraja Choir, Harapan Abe Choir, PSM Musamus Merauke Choir, Ebenezer 751 Sentani Choir, FEB UNCEN Choir, Petrus Waena Choir, Rejoice Choral Manokwari Choir, SMA Negeri 4 Jayapura Choir, serta SMP Negeri 5 Jayapura Choir.

Ia menyampaikan bahwa ke depan UCCC akan terus dikembangkan dengan melibatkan peserta yang lebih luas, tidak hanya lokal dan regional, tetapi juga nasional hingga internasional.

Sementara itu, UKM Paduan Swara Ghita Cenderawasih terus melakukan pengkaderan mahasiswa Papua di bidang seni suara dengan dukungan penuh Rektor Universitas Cenderawasih Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.Agr, Ketua Alumni Paduan Suara UNCEN, serta Kabid Pendidikan UNCEN Yangki Rumsano, S.Pd.

Dalam kesan dan pesan penutup, Maikel Wiyai, S.E., M.M, yang didampingi Koordinator Kesekretariatan Otis Rumere, menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap UCCC ke depan dapat terselenggara lebih baik seiring status Universitas Cenderawasih sebagai Badan Layanan Umum (BLU).

Kompetisi ini menghadirkan dewan juri profesional dari Jakarta, yakni Ken Steven, Jessica Amadea, dan Marcus Lee, yang kerap terlibat dalam penilaian ajang nasional, Asia, hingga internasional.

Hasil Keputusan Dewan Juri

Kategori Grand Prix

– Champion: Pniel Choir (87,97)

– Gold 1: Harapan Choir (86,14)
– Gold 2: PSM Musamus Merauke Choir (84,53)
– Gold 3: Ebenezer 751 Sentani Choir (83,42)
– Gold 4: FEB UNCEN Choir (83,14)
– Gold 5: Petrus Waena Choir (82,83)
– Gold 6: Rejoice Choral Manokwari Choir (82,17)
– Gold 7: SMA Negeri 4 Jayapura Choir (81,08)

Open Competition Adult Choir

– Champion: Harapan Abe Choir (85,50)
– Gold 1: PSM Musamus Merauke Choir (84,25)
– Gold 2: Ebenezer 751 Sentani Choir (84,00)
– Gold 3: FEB UNCEN Choir (82,88)

Open Competition Youth Choir

– Champion: SMA Negeri 4 Jayapura Choir (81,92)
– Silver Medal: SMP Negeri 5 Jayapura Choir (73,92)

UCCC III kembali menegaskan peran Universitas Cenderawasih sebagai ruang tumbuh seni, iman, dan persaudaraan lintas generasi di Tanah Papua.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *