Foto: Andre | Tampak penekanan tombol sirine peresmian Gedung Gereja GPdI Revival Yemtiem, oleh Pj Gubernur Papua Dr. Agus Fatoni bersama Ketua Majelis Pusat GPdI Pdt.Dr. Johnny Weol, Ketua Majelis Daerah Pdt. Timotius Dawir, M.Th., Gembala jemaat Pdt. Robert Horik beserta istri, Sabtu (26/7).
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja — Setelah melewati pergumulan panjang sejak tahun 2018, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Revival Yemtiem di Koya Koso akhirnya diresmikan. Peresmian dilakukan langsung oleh Penjabat Gubernur Papua, Dr. Agus Fatoni, Sabtu (26/7), dalam sebuah ibadah syukur yang berlangsung khidmat.
Acara peresmian juga dihadiri Ketua Umum Majelis Pusat GPdI, Dr. Johnny W. Weol, Pimpinan dan Anggota Majelis Rakyat Papua, perwakilan Polda Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, serta para gembala GPdI dari berbagai jemaat di Kota Jayapura.
Ibadah syukur dipimpin langsung oleh Pdt. Johnny W. Weol, dengan khotbah yang diambil dari Lukas 9:57–62, yang menekankan tentang komitmen dalam mengikut Yesus dan pentingnya memberitakan Injil Kerajaan Allah tanpa menoleh ke belakang.
Usai ibadah, peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Pj. Gubernur Papua.
Dalam sambutannya, Agus Fatoni menyatakan bahwa kehadiran rumah ibadah seperti GPdI Revival Yemtiem menjadi simbol kuat persaudaraan, kedamaian, dan kesatuan di tanah Papua.
“Dari gereja seperti inilah nilai cinta kasih, persatuan, dan kekuatan rohani ditebarkan untuk membangun Papua yang aman dan damai,” ucap Fatoni.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Papua adalah keluarga besar yang diberkati Tuhan, dan sudah seharusnya saling menjaga, menghormati, dan membangun kedamaian bersama.
GPdI Terus Bertumbuh dan Melayani
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pusat GPdI, Pdt. Johnny W. Weol, menekankan bahwa pembangunan gereja tidak hanya berlangsung di seluruh pelosok Indonesia, tapi juga di mancanegara.
“GPdI adalah gereja yang hadir untuk semua umat Tuhan lintas bangsa dan benua,” tegasnya.
Ketua Majelis Daerah GPdI Provinsi Papua, Pdt. Timotius Dawir, menjelaskan bahwa pendirian gereja ini merupakan buah dari kerja nyata GPdI di Papua. Setelah pemekaran DOB, Provinsi Papua terdiri dari 8 kabupaten dan 1 kota, 385 distrik, 948 kampung, dan 51 kelurahan.
“Di wilayah itu, GPdI membentuk 52 majelis wilayah di 52 distrik dan menempatkan 267 gembala di 948 kampung. Kami terus memperluas pelayanan lewat pendirian gereja-gereja baru agar semakin banyak orang mengenal Tuhan Yesus,” ujar Dawir.
Ia menegaskan, GPdI Revival Yemtiem merupakan pemekaran dari GPdI Yerusalem Baru di Entrop, Kota Jayapura.
Bertahun-tahun dalam Iman, Kini Terwujud
Gembala Jemaat GPdI Revival Yemtiem, Pdt. Robert J. Horik, menyampaikan bahwa pembangunan gereja ini dimulai sejak 2018 di atas tanah hibah dari keluarga Ebe sebagai wujud nazar kepada Tuhan.
“Selama tujuh tahun kami berjuang dalam iman. Bahkan sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Tapi karena kasih karunia Tuhan, pembangunan rampung dan gereja ini bisa diresmikan hari ini,” ungkapnya.
Ia menyebut total anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp11 miliar. “Semua ini bisa terwujud karena anugerah dan dukungan jemaat. Ini bukan hanya bangunan, tapi bukti kesetiaan kepada visi Tuhan.”
Laporan: Andre Fon


















What i do not realize is actually how you’re no longer actually much more
neatly-liked than you might be now. You are so intelligent.
You understand therefore considerably when it comes to this subject, made me
in my opinion consider it from numerous various
angles. Its like men and women aren’t involved except it is something to accomplish with Girl gaga!
Your own stuffs outstanding. Always care for it up!