Foto: istimewa / Communication and LC Coordinator WWF Indonesia Program Papua Jeni B Karay beri arahan dalam pelatihan aplikasi Canva dan Capcut pada Jumat, (10/1).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Dalam upaya memberdayakan generasi muda Papua, WWF Indonesia Program Papua menyelenggarakan pelatihan aplikasi desain grafis dan video editing, Canva dan CapCut, kepada 30 peserta dari komunitas Jayapura.
Jeni B. Karay, Communication and LC Coordinator WWF Indonesia Program Papua, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas generasi muda.
“Kami bekerja sama dengan Bank Indonesia pusat melalui program corporate social responsibility (CSR) yang fokus pada pemberdayaan anak muda Indonesia, khususnya di Papua,” ungkap Jeni dalam keterangannya di Sentani, Jumat (10/1).
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 10 hingga 15 komunitas di Jayapura.
Jeni menjelaskan, peserta yang terpilih merupakan anak muda yang aktif di media sosial agar pelatihan ini lebih efektif dalam memberikan dampak.
“Kegiatan pelatihan dibagi menjadi dua sesi, yaitu pelatihan CapCut dan Canva. Tujuannya, meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan kedua aplikasi ini untuk menyuarakan isu-isu terkini melalui komunitas masing-masing,” jelasnya.
Menurut Jeni, pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program pelatihan yang telah berjalan sepanjang 2024 dan akan berakhir pada Januari 2025.
“Program ini adalah yang kedelapan sejak dimulai pada awal 2024, bekerja sama dengan Bank Indonesia,” tambahnya.
Selain fokus pada pengembangan keterampilan digital, Jeni menyebut bahwa program ini juga mengusung filosofi holey narey, yang berarti lingkungan nyaman dan hidup harmoni dengan alam.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya memahami isu lingkungan tetapi juga mampu menggunakan media sebagai alat advokasi yang efektif,” ujarnya.
Melalui program ini, WWF Indonesia berharap generasi muda Papua semakin terampil dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat peran mereka di komunitas serta memperjuangkan isu-isu lingkungan dan sosial di tanah Papua.
(Fan)







