Foto: Sony|Wisma Atlet, Dok V Jayapura

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua kembali menjadi sorotan publik.
Lembaga yang semestinya menjadi penggerak utama pembinaan atlet di Bumi Cenderawasih itu dinilai belum menunjukkan kinerja yang sepadan dengan besarnya anggaran dan fasilitas yang dimiliki.
Sejumlah fasilitas olahraga warisan PON XX Papua 2021 kini terbengkalai tanpa pemanfaatan berarti. Lapangan, gedung latihan, hingga Wisma Atlet yang dibangun dengan biaya besar kini tampak sepi aktivitas. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar: ke mana arah pembinaan olahraga Papua pasca PON?
Baca juga: Momentum Kebangkitan! Kenius Kogoya Ajak KONI Jayapura Satukan Langkah Majukan Olahraga
Masyarakat menilai, persoalan utama terletak pada lemahnya manajemen dan minimnya inovasi di tubuh KONI Papua.
Evaluasi menyeluruh terhadap sistem organisasi dan kepengurusan menjadi keharusan agar lembaga ini kembali profesional, transparan, dan fokus pada pembinaan prestasi.
“Sudah waktunya Pemerintah Provinsi Papua turun tangan. Jangan biarkan lembaga pembina olahraga kehilangan arah dan kepercayaan publik,” demikian salah satu suara yang mengemuka dari kalangan pemerhati olahraga.

Papua memiliki modal besar talenta muda, fasilitas berkelas, dan semangat juang tinggi. Namun, tanpa manajemen yang solid dan kepemimpinan yang visioner, potensi itu akan terus terkubur di balik gedung-gedung megah yang tak lagi hidup.
Kini, saatnya reformasi total. Olahraga Papua harus kembali dikelola dengan kesungguhan, agar prestasi tak hanya menjadi cerita masa lalu, melainkan kembali menjadi kebanggaan seluruh rakyat Papua.
Laporan: Sonny Rumainum









