Foto: istimewa | Tampak Politisi Partai Demokrat Papua Boy Markus Dawir, SP., bersama Ketua DPN GERCIN Indonesia Hendrik Yance Udam saat melayat ke rumah duka Alm Drs. Jacob Ronsumbre, M.Si., Selasa (29/7).
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja — Tanah Papua kehilangan salah satu sosok intelektualnya. Drs. Jacob J. Ronsumbre, S.H., M.Si, akademisi senior Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih (Uncen), tutup usia dalam usia 69 tahun, Sabtu (26/7), di RSUD Abepura.
Kabar ini menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga kalangan pendidikan, aktivis politik, dan rekan-rekan intelektual yang mengenalnya sebagai tokoh yang konsisten menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan pendidikan di Bumi Cenderawasih.
Jenazah disemayamkan dan dimakamkan pada Selasa (28/7) di TPU Bupaer, Waena. Tangis kehilangan tak terbendung, terlihat dari wajah-wajah yang hadir dalam ibadah pelepasan, termasuk dua figur penting Papua: Boy Markus Dawir (BMD) dan Hendrik Yance Udam (HYU).
“Bukan Sekadar Akademisi, Beliau adalah Penasihat Saya” BMD
Politisi Partai Demokrat, Boy Markus Dawir, tak mampu menyembunyikan rasa kehilangan. Dalam testimoninya, ia menyebut Ronsumbre bukan hanya akademisi, tapi mentor yang selama ini menjadi teman diskusi dalam berbagai situasi politik penting.
“Saya menyebut beliau bukan hanya senior, tapi guru. Sejak pencalonan saya sebagai Wali Kota Jayapura, Jack selalu memberi masukan tajam namun sejuk,” kata BMD.
Ronsumbre diketahui sempat menimba ilmu di Universitas Cenderawasih sebelum melanjutkan pendidikan ke Universitas Sam Ratulangi, Manado. Namun lebih dari sekadar gelar, ia dikenal sebagai pribadi dengan pemikiran progresif dan kebijaksanaan yang tak menggurui.
“Sosok Pejuang Otsus dan Pendidik Sejati” HYU
Ketua Umum DPN GERCIN Indonesia, Hendrik Yance Udam, menyebut kepergian Ronsumbre sebagai kehilangan besar bagi bangsa Papua.
“Beliau adalah salah satu penyusun konsep awal Otonomi Khusus. Kontribusinya monumental. Tapi yang lebih menyentuh, beliau menjalani hidup dengan rendah hati. Seorang humanis sejati,” ungkap HYU.
Dalam ibadah pelepasan, HYU mengutip ayat dari Kitab Wahyu dan Mazmur untuk mengenang almarhum:
“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka…” (Wahyu 21:4) “Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya.” (Mazmur 116:15)
Lebih dari Seorang Dosen, Ia Adalah Lentera Bagi Generasi Papua
Di balik gelarnya, Jack Ronsumbre dikenal sebagai pribadi sederhana yang membumi. Ia tidak hanya mengajar, tapi membentuk cara berpikir. Ia tidak hanya berbicara di ruang kuliah, tapi juga menyuarakan keadilan dan kemajuan untuk Papua di ruang publik.
Kini, ia mungkin telah pergi, namun buah pemikirannya tetap hidup menyala di benak para mahasiswa, aktivis muda, dan siapa pun yang pernah disentuh oleh gagasannya.
Selamat jalan, Bapak Jack. Lentera yang kau nyalakan tak akan padam.
Laporan: Sonny Rum

















