Unik! Lomba Karaoke Paskah di Jayapura Libatkan Ratusan Peserta dan Juri Non-Kristen

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Sony | Nampak Daud Wamea, Sekretaris Panitia Lomba bersama sejumlah pengurus di sela kegiatan, Kamis (9/4) malam. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Suasana penuh sukacita dan nuansa kebersamaan mewarnai lomba bernyanyi karaoke lagu rohani bertema Paskah yang digelar di Pendopo Ondoafi Abisai Rollo, kawasan belakang Asrama Haji Kotaraja, Kamis (9/4).

banner 325x300

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Paskah ini berlangsung tertib dan lancar hingga tahap akhir, meski masih terdapat sejumlah peserta yang belum sempat tampil. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan.

Ratusan peserta dari berbagai kalangan tampil penuh penghayatan, membawakan lagu-lagu pujian yang sarat makna tentang pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus. Tidak hanya anak-anak dan pemuda, orang dewasa pun turut ambil bagian dalam ajang tersebut.

Sekretaris panitia, Daud L. Wamea, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ia menilai keberhasilan acara ini tidak lepas dari campur tangan Tuhan serta dukungan berbagai pihak, termasuk Ondoafi Abisai Rollo dan keluarga.

“Kami bersyukur karena kegiatan ini dapat berjalan baik. Dukungan dari semua pihak, khususnya tuan rumah, sangat membantu terselenggaranya acara ini,” ujarnya.

Awalnya, lomba direncanakan hanya berlangsung satu hari. Namun, tingginya minat masyarakat membuat panitia memperpanjang waktu pelaksanaan hingga empat hari, sejak 6 hingga 9 April 2026.

Nampak Salah satu peserta lomba Karaoke dalam rangka Paskah
Nampak salah satu peserta lomba Karaoke 

Baca juga: Momentum Paskah Kedua, GKI El-Elyon Kotaraja, Teguhkan Iman Lewat Baptisan

Dari sekitar 300 pendaftar, sebanyak 212 peserta tercatat mengikuti lomba. Sebagian lainnya tidak dapat hadir karena berbagai kendala, termasuk kesibukan pekerjaan.

Menariknya, lomba ini tidak hanya diikuti umat Kristiani. Sejumlah peserta dari kalangan non-Kristen, termasuk umat Muslim, juga turut berpartisipasi. Bahkan, untuk menjaga objektivitas, panitia menghadirkan dewan juri dari luar kalangan Kristen.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen panitia dalam menjaga netralitas serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan di tengah keberagaman.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menekankan makna spiritual sebagai wujud syukur atas kasih dan pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia.

“Ini bukan sekadar mencari juara, tetapi bagaimana kita mensyukuri karya keselamatan Tuhan melalui puji-pujian,” kata Daud.

Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai wadah pembinaan bakat generasi muda sekaligus memperkuat nilai iman dan persaudaraan.

Pengumuman pemenang lomba dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/4) sore. Panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas bagi peserta, termasuk transportasi dan door prize menarik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan lintas generasi dan agama dalam semangat Paskah.

Laporan: Sonny Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *