(CAPTION FOTO): Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura Hariyanto bersama peserta pelatihan saat memperlihatkan alat produksi yang akan diberikan kepada 4 kelompok peserta yang mengikuti pelatihan untuk menunjang usaha produksi mereka, di aula SMKN 1 Sentani, Rabu (28/8), kemarin.
Jurnal Mamberamo Foja, Sentani – Sebagai upaya dalam meningkatkan keterampilan sumberdaya manusia (SDM) dan juga memberdayakan pelaku UMKM, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jayapura melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggelar pelatihan pembuatan kerupuk sagu, abon, sosis dan bakso bagi pelaku usaha mikro.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMKN Negeri 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani, Hawaii, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, baru-baru ini.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura Haryanto, juga dihadiri para pemateri atau instruktur pelatihan.
Pelatihan ini diikuti 15 peserta dari empat (4) kelompok pelaku usaha mikro yang berasal dari Distrik Unurum Guay, Distrik Depapre dan Distrik Sentani, serta para peserta telah dinyatakan lulus dengan predikat baik, hal ini dilihat dari hasil karya para peserta ketika mengikuti kegiatan selama tiga hari dari tanggal 28 Agustus 2024 hingga 30 Agustus 2024.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura Haryanto mengatakan, potensi sumberdaya alam di Kabupaten Jayapura yang begitu luar biasa dan bisa di olah untuk kuliner bagi pelaku usaha diantaranya di Distrik Sentani ada Danau Sentani yang menghasilkan banyak ikan tawar di danau, sehingga dari potensi ikan tawar Danau Sentani bisa dibuat abon, sosis dan juga bakso ikan.
Sedangkan di Distrik Depapre ada laut, sehingga potensi hasil tangkapan ikan lautnya juga banyak yang bisa dibuat bakso ikan dan abon ikan. Sementara di Distrik Unurum Guay banyak hutan sagunya turunan dari olahan sagu juga sudah bisa dibikin kerupuk sagu yang selama ini orang belum tahu dan rasa kerupuk sagu sendiri memang lebih enak dibanding kerupuk pada umumnya.
“Dari pelatihan ini, kami harap kepada 15 peserta dari 4 kelompok usaha yang ada di tiga distrik ini telah mengikutinya dengan baik, sehingga selesainya pelatihan ini mereka bisa berkreasi dalam membuat olahan seperti kerupuk sagu, sosis, abon dan bakso ikan,” ujarnya.
“Dengan demikian, berbagai potensi sumberdaya alam yang disediakan untuk masyarakat Kabupaten Jayapura bisa dikelola dengan baik dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga maupun membantu pengembangan dalam usaha yang mereka tekuni, serta mampu menciptakan tenaga kerja baru,”.
“Untuk itu, saya harap kegiatan pelatihan yang digelar selama tiga hari ini telah berjalan dengan lancar dan maksimal hingga selesainya pelatihan ini. Empat (4) kelompok ini dapat menularkan ilmu yang didapatnya selama mengikuti pelatihan kepada kelompok usaha lainnya,” pesan Haryanto.

Dinas Koperasi dan UMKM tidak hanya memberikan pelatihan, Haryanto mengakui, pihaknya juga memberikan bantuan alat pendukung usaha, baik itu alat mencetak bakso, alat membuat abon, alat membuat sosis dan juga kerupuk sagu. Supaya dalam menjalankan usahanya akan lebih mudah dan tidak konvensional lagi.
“Dikarenakan jika menjalankan usaha dibantu dengan alat yang moderen, tentunya akan mempermudah dalam proses produksinya, baik secara hasilnya bisa lebih banyak dan juga menghemat waktu dalam pembuatannya. Kemudian secara higienisnya dan banyak keuntungan lainnya, karena dengan dibantu menggunakan alat produksi tentu pelaku usaha akan lebih mudah lagi,” paparnya.
“Kita juga bantu dengan alat produksi modern, bagaimana cara mengoperasikannya yang baik dan benar. Hal ini penting untuk kemajuan pengembangan usaha mereka di tengah kemajuan modernisasi zaman,” ucap Haryanto menambahkan.
Dirinya kembali menyampaikan, setelah pandemi Covid-19 reda, kini jumlah pelaku usaha semakin banyak dan beberapa waktu ini sudah menyaksikan bertumbuhnya minimarket.
Tentunya hal ini akan menambah persaingan dalam melakukan usaha. Sehingga pelaku usaha di Kabupaten Jayapura dengan segala potensi SDA yang ada harus bisa dikelola dengan baik dan harus siap bersaing.
“Dari hal inilah, kami di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura tetap siap memberikan pendampingan. Ini salah satu tugas kami agar lebih terampil dan kompetitif dalam menghadapi persaingan. Supaya kedepannya semua pelaku usaha bisa tetap eksis, masuk dan mampu maju dalam mengembangkan usaha dan masuk di industri di Kabupaten Jayapura,” paparnya.
Selain itu, dirinya menambahkan, jumlah pelaku usaha di Kabupaten Jayapura memang ada ribuan dan secara bertahap pendampingan maupun pemberian logistik alat usaha juga tidak bisa diberikan semua disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki Pemkab Jayapura. (Fan)









