Tim Basket Putra Uncen Papua Kalah di Laga Perdana Pomnas XIX, Tetap Optimis Cetak Bibit Baru

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Tim Basket Papua dan Jatim berpose bersama sebelum bertanding, Sabtu (20/9) Pagi.

banner 325x300

 

Semarang, jurnalmamberamofoja.com – Laga perdana cabang olahraga bola basket Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX Jawa Tengah 2025 mempertemukan tim basket putra Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua melawan tim Jawa Timur.

Pertandingan berlangsung di salah satu lapangan basket ternama di Kota Semarang, Sabtu (20/9) pagi, dengan atmosfer yang cukup meriah dan penuh semangat.

Meski tampil penuh usaha, tim basket putra Papua harus mengakui keunggulan Jawa Timur dengan skor akhir 89–42. Pertandingan berjalan ketat di awal, namun perlahan Jatim mampu mendominasi hingga akhirnya menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.

Baca juga: Papua Ikut Ambil Bagian, POMNAS XIX Jadi Ajang Kebersamaan Mahasiswa Nusantara

Koordinator bidang olahraga basket, Kristian Hamadi, yang turut mendampingi para mahasiswa melalui pesan suara via whatsapp menjelaskan bahwa faktor pengalaman menjadi salah satu penyebab kekalahan tim Papua.

“Sebagian besar pemain kami masih mahasiswa baru semester pertama, dan ini adalah pengalaman pertama mereka tampil di event sebesar Pomnas. Rasa grogi dan belum percaya diri cukup terlihat, ditambah harus beradaptasi dengan kondisi lapangan,” ujar Kristian saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, banyak turnover terjadi akibat kesalahan passing dan pengambilan keputusan yang terburu-buru.

“Peluang sebenarnya ada untuk mencetak poin, tapi sering terbuang sia-sia. Kalau saja anak-anak lebih percaya diri, saya yakin hasilnya bisa berbeda, mungkin kalah tipis atau bahkan menang tipis,” tambahnya.

Meski demikian, Kris Hamadi tetap bersyukur karena beberapa pemain muda mampu menunjukkan potensi. Dari total pemain yang dibawa, 4–5 di antaranya merupakan pemula.

Baca juga: Kontingen Uncen Targetkan 3 Medali di POMNAS XIX Jateng

Sementara beberapa pemain inti justru tidak ikut serta karena dipersiapkan khusus untuk liga mahasiswa pada bulan November di Surabaya.

“Ajang Pomnas ini kami jadikan tempat untuk menjaring bibit baru. Kami ingin membangun pondasi tim yang lebih matang untuk dua tahun ke depan. Harapan kami, Papua juga bisa berkesempatan menjadi tuan rumah Pomnas sehingga anak-anak bisa tampil lebih percaya diri di hadapan publik sendiri,” ujarnya penuh optimisme.

Kekalahan di laga perdana ini memang menjadi pelajaran berharga bagi tim basket putra Papua. Namun semangat untuk terus berkembang dan membina atlet muda tetap menjadi prioritas utama, agar ke depan Uncen Papua bisa lebih bersaing di kancah nasional.

Laporan: Sony Rum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *