Foto: istimewa | Tampak Gubernur PBD Elisa Kambu, S.Sos., didampingi Ketua Sinode GKI Pdt. Dr. Andrikus Mofu, M.Th., dan Wakapolda PBD Kombes Pol. Fernando S. Napitupulu, SIK., disela pembukaan temu raya PAM GKI, Minggu (12/7).
Sorong, jurnalmamberamofoja.com – Temu Raya V Persekutuan Anggota Muda (PAM) Gereja Kristen Injili (GKI) se-Tanah Papua resmi dibuka di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang mempertemukan ribuan pemuda GKI dari seluruh Tanah Papua itu menjadi momentum memperkuat pembinaan iman, karakter, dan kepemimpinan generasi muda menuju masa depan Papua yang lebih maju.
Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat Daya Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K., mewakili Kapolda Papua Barat Daya, bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Dr. Andrikus Mofu, M.Th., jajaran Forkopimda, kepala daerah, pimpinan gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi, serta peserta dari sekitar 70 klasis di 12 wilayah pelayanan GKI se-Tanah Papua.
Dalam sambutannya, Wakapolda menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus dimulai dari pembangunan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda.
“Masa depan Papua berada di tangan generasi muda. Karena itu, pembinaan karakter, integritas, dan kepemimpinan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, gereja, aparat keamanan, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat agar lahir pemimpin Papua yang beriman, cerdas, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Fernando.
menilai Temu Raya V PAM GKI bukan sekadar agenda organisasi kepemudaan gereja, tetapi menjadi ruang strategis untuk membentuk karakter, memperkuat wawasan kebangsaan, meningkatkan kepemimpinan, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada generasi muda Papua.
Mengusung tema “Milikilah Hikmat dan Pengertian Supaya Engkau Hidup“, dengan subtema “Temu Raya PAM GKI se-Tanah Papua sebagai ajang membangun spiritualitas dan karakter pemuda memasuki peradaban kedua Bangsa Papua dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 serta menghadapi perubahan global,” kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pemuda yang siap menghadapi dinamika perkembangan dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai iman dan budaya.
Menurut Wakapolda, kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam menciptakan ruang pembinaan yang sehat bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, dan memiliki kepedulian sosial.
“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga ingin menjadi mitra masyarakat dalam membangun ketahanan sosial. Pemuda yang memiliki karakter dan integritas adalah modal utama untuk menjaga Papua tetap aman, damai, dan harmonis,” ujarnya.
tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari ibadah, seminar, diskusi kebangsaan, pelatihan kepemimpinan, pembinaan rohani, pengembangan karakter, pertunjukan seni budaya, hingga forum pertukaran gagasan antar pemuda GKI dari seluruh Tanah Papua.
Melalui Temu Raya V PAM GKI se-Tanah Papua, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang transformatif, integritas moral, serta komitmen kuat untuk menjadi motor penggerak pembangunan Papua menuju Indonesia Emas 2045.
Laporan: Sony Rumainum

















