Foto: istimewa | Tampak Manajer Persipura Jayapura Owen Rahadiyan
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Manajemen Persipura Jayapura tengah menghadapi dilema besar menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026. Di satu sisi, klub harus menanggung beban finansial akibat sanksi tanpa penonton pada putaran pertama.
Di sisi lain, opsi memindahkan laga kandang ke Pulau Jawa dinilai dapat menghemat biaya operasional, namun berisiko membuat Persipura memulai kompetisi dengan pengurangan satu poin.
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, mengakui kondisi tersebut bukan perkara mudah karena menyangkut aspek finansial, persaingan di lapangan, hingga menjaga identitas Persipura sebagai klub kebanggaan masyarakat Papua.
“Musim ini kami menghadapi situasi yang tidak mudah. Dengan sanksi yang mengharuskan Persipura bermain tanpa kehadiran suporter pada putaran pertama, tentu ada dampak finansial yang cukup besar bagi klub,” ujar Owen dalam pernyataan resminya melalui media Officer yang diterima awak media, Sabtu (11/7) malam.
Baca juga: Banding Ditolak, Persipura Disanksi Tanpa Penonton Plus Denda
Menurutnya, manajemen masih mengkaji secara menyeluruh berbagai opsi sebelum menentukan langkah terbaik. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah menggelar pertandingan kandang di Pulau Jawa untuk menekan biaya operasional. Namun, pilihan tersebut memiliki konsekuensi berupa pengurangan satu poin sesuai regulasi kompetisi.
“Ini bukan keputusan yang sederhana. Ada pertimbangan finansial, ada pertimbangan kompetitif, dan yang paling penting ada tanggung jawab kami terhadap identitas Persipura sebagai kebanggaan masyarakat Papua,” tegasnya.
Owen memastikan setiap keputusan yang nantinya diambil akan mengutamakan kepentingan jangka panjang klub, bukan sekadar solusi sesaat. Ia pun mengajak seluruh keluarga besar Persipura untuk terus memberikan doa, dukungan, dan masukan agar klub dapat melewati masa sulit ini.
Baca juga: Persipura Terima Hukuman PSSI, Owen Janji Lakukan Pembenahan
Selain membahas kondisi klub, Owen juga menyoroti kesiapan tim menghadapi musim baru. Menurutnya, pengalaman pada musim lalu menjadi pelajaran berharga yang membuat skuad Persipura semakin solid dan matang.
“Kami memiliki semangat dan moral tim yang sangat baik untuk menyambut musim baru. Walaupun hasil musim lalu belum sesuai harapan, proses itu justru membuat kami semakin kuat,” katanya.
Dengan hadirnya pelatih baru, Persipura juga akan mengusung strategi permainan yang berbeda. Namun, manajemen memastikan identitas sepak bola Papua tetap menjadi fondasi utama tim melalui pembentukan posisi Direktur Football.
“Siapa pun pelatihnya, filosofi sepak bola Papua akan tetap menjadi dasar permainan Persipura. Sementara strategi dan taktik akan terus menyesuaikan kebutuhan pertandingan dan karakter lawan,” jelas Owen.
Untuk komposisi pemain, Persipura akan lebih dulu memaksimalkan skuad yang ada sambil melakukan evaluasi menyeluruh. Manajemen juga memastikan akan mendatangkan tiga pemain asing baru yang sesuai dengan kebutuhan tim demi meningkatkan daya saing pada Liga 2 musim 2026.
Laporan: Redaksi

















