Foto: istimewa : Tampak Bupati Roby Wilson Rumansara, SP.,MH., bersama Wakil Bupati Keven Totouw, S.IP., ketika dijemput di Kasonaweja, Ibukota Mamberamo raya (10/3/25) pasca dilantik serentak oleh Presiden Prabowo di istana Jakarta, (20/2/25).

“Refleksi 1 Tahuh Kepemimpinan Roby Wilson Rumansara – Keven Totouw”
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Waktu berlalu cepat di daerah dengan julukan seribu misteri sejuta harapan. Tak terasa, setahun sudah pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamberamo Raya Roby Wilson Rumansara, SP., MH dan Keven Totouw, S.IP., mengemban amanah sejak dilantik serentak oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, 20 Februari 2025 lalu.
Sepuluh Maret 2025, keduanya menjejakkan kaki di Kasonaweja. Sambutan hangat mengalir di bandara dari pimpinan DPRK, Kapolres, Sekda, para kepala OPD, hingga tokoh-tokoh adat. Hari itu bukan sekadar seremoni. Ia menjadi penanda dimulainya kerja panjang membenahi daerah yang selama ini bergulat dengan keterisolasian.
Terbentur Efisiensi, Memilih yang Paling Mendesak
Dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya di Jayapura, Selasa (24/2/2026), Roby Rumansara menyebutkan bahwa program 100 hari kerja pasangan ROKET awalnya memuat enam agenda prioritas. Namun realitas efisiensi anggaran memaksa pemerintah daerah memilih yang paling mendesak.
“Di 2025 hanya dua program strategis yang bisa kita jalankan penuh. Yang lain kita cicil sambil jalan,” ujar Roby.
Dua capaian awal itu terasa langsung dampaknya di denyut kehidupan warga:
Listrik 24 jam di Kasonaweja dan Burmeso dalam satu bulan pertama kepemimpinan.
Telekomunikasi yang mulai menjangkau distrik-distrik. Wilayah yang dulu tak terhubung kini bisa berkomunikasi sebuah perubahan kecil yang berdampak besar pada layanan pemerintahan.
CAPAIAN-PEMBANGUNAN BIDANG EKONOMI TA 2025 (1)

Menembus Sunyi: Konektivitas Jadi Kunci
Memasuki awal 2026, satu program 100 hari kerja yang sempat tertunda mulai diwujudkan: konektivitas transportasi air. Rute baru dibuka dari Kasonaweja menuju Waropen dan Serui.
Bagi warga Mamberamo Raya, transportasi bukan sekadar soal jarak ia soal nyawa. Kecelakaan laut berulang terjadi akibat minimnya layanan resmi dan tingginya risiko perjalanan. Pemerintah daerah memilih hadir di celah paling rawan: menyediakan layanan transportasi air yang lebih aman dan terjangkau.
Di darat, tiga koridor strategis terus didorong: Sarmi–Mamberamo, Mamberamo–Waropen, dan Kasonaweja–Mamberamo Hulu. Jalan dan jembatan memang mahal, tapi tanpa konektivitas, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi logistik akan selalu tertinggal.
CAPAIAN-PEMBANGUNAN-BIDANG-INFRASTRUKTUR-TA-2025

Membangun Kota yang Layak Ditinggali
Jika periode sebelumnya berfokus pada “membentuk kota”, kini arah kebijakan bergeser: menjadikan ibu kota kabupaten sebagai ruang hidup yang nyaman.
“Bukan sekadar berdiri sebagai kota, tapi kota yang membuat ASN betah bekerja, pelaku usaha nyaman berinvestasi, dan tamu merasa seperti pulang ke kampung sendiri,” kata Roby.
Visi ini menyasar kualitas hidup: ketersediaan layanan dasar, akses transportasi, hingga iklim kerja pemerintahan yang lebih tertata.

Benahi Pemerintahan dari Dalam
Di sektor tata kelola, pasangan ROKET mulai merapikan struktur birokrasi: penyusunan ulang SOPK, penataan pejabat eselon III dan IV, hingga persiapan eselon II. Targetnya, Maret–April 2026 penataan eselon III–IV rampung.
Tujuannya sederhana tapi krusial: pelayanan publik tak lagi menumpuk di meja bupati. Urusan pendidikan kembali ke Dinas Pendidikan, kesehatan ke dinas terkait, sehingga layanan lebih fokus dan profesional.
CAPAIAN-PEMBANGUNAN BIDANG PEMERINTAHAN TA 2025

Konektivitas untuk Menekan Kemiskinan
Di antara berbagai sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan Roby menegaskan satu simpul persoalan Mamberamo Raya: konektivitas.
Harga BBM menjadi contoh nyata. Jika di Jayapura harga normal, di Mamberamo Raya bisa menembus Rp100 ribu per liter itu pun di ibu kota kabupaten. Di pedalaman, lebih mahal lagi. Biaya logistik yang tinggi menekan ekonomi warga.
Karena itu, konektivitas bukan sekadar proyek
infrastruktur. Ia adalah jalan memotong kemiskinan ekstrem, membuka akses pasar, menurunkan harga barang, dan mendorong ketahanan pangan. Jika tiga koridor darat dan jalur air berjalan optimal, Mamberamo Raya bukan hanya terhubung ke distrik-distriknya sendiri, tapi juga menjadi simpul akses bagi Waropen, Tolikara, dan Puncak Jaya.
CAPAIAN-PEMBANGUNAN BIDANG PENDIDIKAN TA. 2025

PR Perencanaan: Serapan vs Realisasi
Satu catatan penting tersisa: serapan APBD sektor ekonomi memang tembus 100 persen, namun realisasi program dalam RKPD baru 66 persen. Ini menjadi pekerjaan rumah serius dalam perencanaan agar belanja benar-benar berbuah dampak di lapangan, bukan sekadar terserap di atas kertas.
Setahun memang belum cukup untuk mengubah wajah daerah secara drastis. Namun di Mamberamo Raya, arah mulai terlihat: dari daerah yang sunyi konektivitas, menuju wilayah yang perlahan tersambung oleh jalan, oleh air, dan oleh harapan.
CAPAIAN KINERJA BIDANG KESEHATAN ta. 2025
Laporan: Roy Hamadi

















