Foto: Irfan / Hana S. Hikoyabi, Sekda / Plt. Kadis Pendidikan
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hana S. Hikoyabi, mengeluarkan peringatan keras kepada para kepala sekolah dan guru agar lebih aktif dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK demi menjaga keamanan dan masa depan para siswa.
“Kami akan memanggil semua kepala sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA/SMK, untuk memberikan imbauan tegas agar mereka wajib menjaga lingkungan sekolah serta memastikan anak-anak didik tidak terpapar narkoba,” ujar Hana Hikoyabi saat diwawancarai usai menghadiri pelantikan ratusan ASN menjadi Pejabat Fungsional di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Selasa, 25 Februari 2025.
Menurutnya, keberlangsungan proses belajar mengajar harus dijaga dari segala bentuk gangguan, termasuk penyalahgunaan narkoba di sekolah.
“Jangan sampai ada pengaruh negatif di lingkungan sekolah. Ini tanggung jawab kepala sekolah dan para guru untuk memastikan sekolah tetap bersih dari narkoba,” tegasnya.
Sekda Hana juga meminta kepala sekolah untuk lebih proaktif dalam mengawasi siswa, termasuk dengan melakukan pemeriksaan barang bawaan mereka secara berkala.
“Harus ada upaya konkret dalam mencegah narkoba masuk ke sekolah. Kepala sekolah dan guru-guru harus lebih perhatian. Jangan hanya mengurus anggaran, tapi juga peduli terhadap kondisi sekolah,” katanya.
Ia menyoroti penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang menurutnya harus diprioritaskan untuk meningkatkan pengawasan serta memperbaiki lingkungan sekolah.
“Ada dana BOS, manfaatkan itu dengan baik. Jangan sampai kepala sekolah hanya menikmati anggarannya sendiri. Dana itu harus digunakan untuk memastikan lingkungan sekolah bersih, termasuk memperbaiki fasilitas seperti MCK, serta melakukan monitoring rutin,” tandasnya.
Hana Hikoyabi juga mengingatkan para orang tua agar tidak lepas tangan dalam mendidik anak-anak mereka. Menurutnya, pengawasan harus dimulai dari rumah sebelum anak-anak melangkah ke lingkungan luar.
“Jangan cuma lahirkan anak, lalu dibiarkan begitu saja. Pendidikan dimulai dari rumah, dari meja makan, lalu dibawa ke sekolah. Orang tua harus ikut bertanggung jawab,” cetusnya.
Sebagai langkah antisipasi, ia juga meminta pihak sekolah untuk bekerja sama dengan kepolisian dan tenaga pendamping jika ditemukan siswa yang menunjukkan indikasi penyalahgunaan narkoba.
“Kalau ada anak yang menunjukkan tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, segera panggil mereka, lakukan pemeriksaan, dan libatkan pihak berwenang agar mereka bisa mendapatkan pendampingan yang tepat,” pungkasnya.
Laporan: Irfan

















