Polres Jayapura dan Puskesmas Komba Evaluasi Efektivitas Penanganan Stunting

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa / Nampak Subsatgas Keladi Satu tengah lakukan evaluasi bersama petugas Puskesmas Komba

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Program penanganan stunting di Kabupaten Jayapura terus diperkuat melalui kolaborasi antara Polres Jayapura, melalui Subsatgas Keladi Sagu, dan Puskesmas Komba.

banner 325x300

Namun, temuan di lapangan mengungkap tantangan besar dalam efektivitas program ini, terutama terkait pola konsumsi keluarga yang berisiko menghambat pemulihan anak-anak penderita stunting.

Tim Satgas Keladi Sagu bersama tenaga medis Puskesmas Komba telah melakukan evaluasi terhadap program pemberian makanan tambahan yang selama ini berjalan.

Diketahui bahwa makanan tambahan diberikan secara rutin selama 90 hari setiap tahun, dengan skema enam hari kudapan bergizi dan satu hari makanan berat.

Namun, distribusi makanan ke rumah-rumah justru menimbulkan persoalan. Sejumlah kasus menunjukkan bahwa makanan tambahan yang seharusnya dikonsumsi oleh anak-anak penderita stunting justru tidak sampai ke mereka.

“Kami menemukan bahwa dalam beberapa keluarga, makanan yang diberikan malah dikonsumsi lebih dulu oleh kepala keluarga sebelum ibu dan anak. Ini menjadi tantangan serius dalam memastikan asupan gizi anak-anak yang membutuhkan,” ujar Dr. Dessy, Katim Subsatgas Keladi Sagu.

Sebagai solusi, Polres Jayapura dan Puskesmas Komba akan mengubah metode distribusi. Anak-anak penderita stunting akan dikumpulkan di satu lokasi khusus agar pemberian makanan tambahan bisa dilakukan secara langsung dan terpantau.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan asupan gizi benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak yang membutuhkan, bukan dialihkan ke anggota keluarga lain.

Selain perbaikan sistem distribusi, Subsatgas Keladi Sagu juga akan memberikan bingkisan khusus bagi anak-anak stunting sebagai bentuk kepedulian tambahan.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong partisipasi keluarga dalam program ini dan mempercepat pemulihan kondisi gizi anak-anak.

Dengan adanya strategi baru ini, diharapkan program penanganan stunting di Kabupaten Jayapura bisa berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi tumbuh kembang anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.

Laporan: Irfan / rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *