Foto: Irfan | Tampak Yo Ondofolo Kampung Babrongko, Ramses Wally dan Bernadus Iwong, Sekretaris Dewan Adat (DAS) Demutru.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Gelombang demonstrasi yang menuntut pergantian Ketua DPRK Kabupaten Jayapura menuai sorotan serius dari kalangan tokoh adat. Mereka menilai aksi tersebut tidak murni aspirasi masyarakat, melainkan diduga sarat kepentingan politik tertentu.
Ondofolo Kampung Babrongko, Ramses Wally, menegaskan kondisi masyarakat Kabupaten Jayapura saat ini tetap aman dan kondusif. Ia menilai tidak ada gejolak berarti yang mendasari tuntutan pergantian pimpinan DPRK.
“Kalau kita lihat, masyarakat baik-baik saja. Program pemerintah berjalan lancar, tidak ada masalah. Jadi ketika muncul demo seperti ini, patut diduga ada kepentingan lain di baliknya,” tegasnya.

Ramses bahkan mencurigai adanya keterlibatan oknum internal partai yang ikut memperkeruh situasi. Menurutnya, jika benar terjadi, hal itu dapat merusak soliditas partai dan memicu konflik yang lebih luas.
“Pengalaman saya, ini bisa saja berasal dari internal partai. Kalau benar, sangat berbahaya karena kader saling melemahkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mekanisme pergantian Ketua DPRK tidak bisa dilakukan melalui tekanan massa, melainkan harus melalui jalur resmi partai seperti DPW, DPP hingga Mahkamah Partai.
“Ini harus diselesaikan secara internal, bukan lewat demo. Ada mekanisme yang jelas dalam partai,” katanya.
Baca juga: Fraksi Nasdem Klarifikasi Isu Pergantian Ketua DPRK Jayapura
Ramses juga mengingatkan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat jika aksi-aksi seperti ini terus dipicu tanpa kendali.
“Kalau terus dipancing, bisa terjadi gesekan antar masyarakat. Ini yang harus kita hindari bersama,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Dewan Adat Suku (DAS) Demutru, Bernadus Iwong, menilai aksi demonstrasi tersebut tidak mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan.
Menurutnya, masyarakat justru merasakan dampak positif dari kepemimpinan yang ada saat ini, di mana program pemerintah berjalan tanpa kendala berarti.
“Masyarakat hari ini berterima kasih karena kepemimpinan berjalan baik. Tidak ada masalah signifikan di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Tokoh Adat Jayapura Tolak Manuver Ganti Ketua DPRK, Ruddy Bukanaung Diminta Tetap Menjabat
Bernadus menegaskan bahwa jika terdapat persoalan terkait jabatan Ketua DPRK, maka harus diselesaikan melalui mekanisme resmi partai, bukan melalui tekanan publik.
“Kalau ada masalah, selesaikan di internal partai melalui DPW, DPP, dan Mahkamah Partai. Itu jalur yang benar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika politik ke depan berpotensi memunculkan berbagai kepentingan yang bisa mengganggu stabilitas daerah jika tidak disikapi dengan bijak.
“Ke depan banyak kepentingan yang akan masuk. Ini bisa mengganggu stabilitas kalau tidak dikendalikan,” katanya.
Menutup pernyataannya, Bernadus mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar.
“Demo itu hal biasa, tapi jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan tertentu,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan

















