PGM Jayapura Tegas Dukung Pemerintah Tolak Miras

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Suasana Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Persekutuan Generasi Muda (PGM) di Genyem, Rabu (9/7). 

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Persekutuan Generasi Muda (PGM) Daerah Kabupaten Jayapura menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) di Genyem, Distrik Nimboran, Rabu (9/7).

banner 325x300

Kegiatan sehari penuh ini dihadiri oleh para tokoh gereja, utusan pemuda-pemudi dari 40 jemaat, serta perwakilan pemerintah daerah.

Ketua Panitia, Ev. Robert Ondikleuw, mengatakan bahwa tujuan utama Mukerda adalah menyusun arah gerak PGM ke depan, dengan fokus pada pembentukan kader muda gereja yang mampu bekerja lintas sektor.

“Kami ingin lahirkan pemuda gereja yang kuat secara iman, tangguh dalam pelayanan, dan cakap mendukung program pemerintah,” tegasnya.

PGM tidak hanya bicara pelayanan internal gereja. Mereka menargetkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Kader PGM harus bisa membaca arah pembangunan, menerjemahkannya dalam tindakan nyata, dan jadi teladan di tengah masyarakat,” lanjut Robert.

Ketua PGM Daerah, Pdm. Daniel Yoku, turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jayapura yang mengutus Asisten III membuka acara, serta Kepala Distrik Nimboran yang hadir langsung dalam pembukaan.

Daniel juga menyampaikan doa dan dukungan bagi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura.

“Kami percaya Tuhan akan menyertai mereka dalam lima tahun masa kepemimpinan ini,” ucapnya.

Salah satu poin penting hasil Mukerda adalah pernyataan sikap tegas PGM dalam mendukung pemberantasan miras di Kabupaten Jayapura.

“Kami bersama seluruh pemuda-pemudi Gereja Bethel di Tanah Papua, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Bupati dan Wakil Bupati dalam melawan miras,” tegas Daniel.

PGM juga menyerukan agar semua pemuda gereja dari denominasi manapun ikut mendukung gerakan ini.

Tak hanya itu, PGM menyatakan siap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan PSU Adat pada 6 Agustus 2025.

Mereka bahkan mendorong pemerintah daerah agar lebih serius menindaklanjuti rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Grimenawa.

“Kami minta pemerintah bentuk tim khusus untuk mengkaji kelayakan DOB Grimenawa secara menyeluruh dan terukur,” ujar Daniel.

Mukerda ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta: Pemuda gereja harus jadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Jayapura yang lebih baik, bersih dari miras, aman, dan bermartabat.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *