Pernyataan Mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe, Menginspirasi Pilgub 2024: “Saya Gubernur Terakhir”

Spread the love

Foto: istimewa / Kalender, I.S Kijne dan Alm. Lukas Enembe

Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Judul tulisan ini mungkin mengejutkan banyak orang. Namun, ini adalah hasil dari perenungan mendalam terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di Tanah Papua. Dari perenungan itu, lahirlah judul: “Tidak Akan Ada Gubernur Papua.”

Tulisan ini bukanlah sebuah kepastian, melainkan refleksi yang bisa menjadi kenyataan atau tidak, karena pada akhirnya, segala sesuatu berada dalam kendali dan otoritas Tuhan.

Dalam perenungan saya, ingatan saya kembali kepada pernyataan almarhum Lukas Enembe, mantan Gubernur Papua, yang pernah berkata bahwa dirinya adalah gubernur terakhir.

Awalnya, saya mengira pernyataan itu berkaitan dengan pemekaran wilayah. Namun, setelah melihat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini—yang mendiskualifikasi calon Wakil Gubernur Papua serta menetapkan pemungutan suara ulang (PSU)—kata-kata Lukas Enembe semakin terngiang di benak saya.

MK memberikan tenggat waktu 180 hari atau sekitar enam bulan hingga Agustus 2025 untuk menggelar PSU di Papua. Namun, melihat situasi nasional dan global yang terus berubah, saya mulai meragukan apakah PSU ini benar-benar bisa terlaksana.

Refleksi Sejarah dan Tahun 2025

Keraguan ini semakin kuat ketika saya menyadari bahwa tahun 2025 memiliki kesamaan dengan tahun 1969 dalam penanggalan kalender. Artinya, kalender tahun 1969 dapat digunakan kembali di tahun ini.

Tahun 1969 adalah momen kelam dalam sejarah Papua—peristiwa Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang hingga kini masih menjadi catatan sejarah yang kontroversial bagi bangsa Papua.

Kesamaan kalender ini menimbulkan pertanyaan dalam hati saya: Apakah tahun 2025 akan mengulangi peristiwa besar itu? Apakah kegelapan yang terjadi pada 1969 akan berubah menjadi cahaya terang bagi Papua? Hanya Tuhan yang tahu jawabannya.

Selain itu, jika kita melihat ke belakang, tahun 2025 juga menandai 100 tahun peradaban bangsa Papua sejak Pdt. I.S. Kijne mengucapkan kata-kata bersejarahnya pada 25 Oktober 1925 di Wasior:

“Di atas batu ini, saya meletakkan peradaban orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi, dan marifat, tetapi jika mereka tidak dapat memimpin bangsa ini, maka bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri.”

Sejarah besar yang berulang di tahun 2025 ini semakin membuat saya bertanya-tanya: Apakah ini akan menjadi tahun spesial bagi orang Papua di tengah tantangan ekonomi dan perang mata uang? Ataukah ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar PSU Gubernur Papua?

Pada akhirnya, hanya Tuhan yang tahu.

Editor: Sonny
Ditulis dalam perenungan jiwa oleh Pemuda Tabi Sairery, Senin, 24 Februari 2025

Related Posts

Panggung Seni Robongholo Diresmikan, Pemkab Jayapura Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Sentani

Spread the love

Spread the loveFoto: Irfan | Asisten II bidang perekonomian Setda Kabupaten Jayapura Dr. Abdul Rahman Basri, M.KP., bersama Staf khusus Gubernur Papua, Otniel Deda, A.Md, IP., Kepala Kampung Sereh, Steven…

Gedung Baru, Komitmen Baru: Kemenag Jayapura Teken Zona Integritas 2026

Spread the love

Spread the loveFoto: Irfan| Tampak Kakanwil Kemenag Papua Pdt. Klemens Taran, S.Ag., didampingi Wabup Jayapura Haris Richard S. Yocku, SH., bersama ka kemenag Jayapura, Steven Wonmaly, S.Sos., MAP dan ketua…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Dilantik hingga 2033, Kepala Kampung Murumare Tegaskan Komitmen Kawal Dana Desa dan Percepat Infrastruktur

Dilantik hingga 2033, Kepala Kampung Murumare Tegaskan Komitmen Kawal Dana Desa dan Percepat Infrastruktur

Panggung Seni Robongholo Diresmikan, Pemkab Jayapura Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Sentani

Panggung Seni Robongholo Diresmikan, Pemkab Jayapura Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Sentani

Sambut Tahun Baru di Gunung Merah, Pemkab Jayapura Umumkan Pemenang Pondok Natal 2025

Sambut Tahun Baru di Gunung Merah, Pemkab Jayapura Umumkan Pemenang Pondok Natal 2025

HPM-MR Desak ASN Mamberamo Raya Kembali Bertugas, Mahasiswa Siap Kawal Program Pemda

HPM-MR Desak ASN Mamberamo Raya Kembali Bertugas, Mahasiswa Siap Kawal Program Pemda

Bupati Jayapura Sentil ASN di Apel Pagi, Disiplin Jadi PR Besar 2026

Bupati Jayapura Sentil ASN di Apel Pagi, Disiplin Jadi PR Besar 2026

Menteri HAM Natalius Pigai Tiba di Jayapura, Buka Agenda Penguatan Perlindungan HAM di Papua

Menteri HAM Natalius Pigai Tiba di Jayapura, Buka Agenda Penguatan Perlindungan HAM di Papua