Foto: Irfan | Asisten II bidang perekonomian Setda Kabupaten Jayapura Dr. Abdul Rahman Basri, M.KP., bersama Staf khusus Gubernur Papua, Otniel Deda, A.Md, IP., Kepala Kampung Sereh, Steven Eluay, SE serta undangan lainnya ketika menabuh tifa resmikan Sanggar Seni Robongholo di Kampung Sereh, Sentani, Senin (19/1).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura meresmikan panggung seni Robongholo yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Sanggar Seni Robongholo, Senin (19/1/2025), di kawasan Ekowisata Dusun Sagu Eba Hekhe Ottauw, Kampung Sereh, Distrik Sentani.
Peresmian dilakukan oleh Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, M.KP., mewakili Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, MH.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Staf Khusus Gubernur Papua Otniel Deda, A.Md.IP., Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura Elisa Yarusabra, S.Sos.,M.PA., Direktur Utama PT Air Minum Jayapura (AMJ) Robongholo Nanwani Syors H. Ondi, perwakilan TNI, Ketua Sanggar Robongholo Jimmy Ondikeleuw, Kepala Kampung Sereh Steven Eluay, SE., serta para pelaku seni.
Baca juga: Sambut Tahun Baru di Gunung Merah, Pemkab Jayapura Umumkan Pemenang Pondok Natal 2025
Dalam keterangannya kepada wartawan, Abdul Rahman Basri menyampaikan apresiasi pemerintah daerah atas konsistensi Sanggar Seni Robongholo dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya lokal selama tujuh tahun terakhir.
“Atas nama Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, kami mengapresiasi launching panggung seni Robongholo yang dirangkaikan dengan HUT ke-7 sanggar ini. Ini menjadi momentum penting bagi penguatan identitas budaya di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan Sanggar Seni Robongholo selama ini telah memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam pelestarian budaya, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, panggung seni yang baru diresmikan tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan kreativitas generasi muda, sekaligus ruang ekspresi seni yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan.
“Panggung ini bukan sekadar fasilitas seni, tetapi juga ruang edukasi, pembinaan karakter, serta sarana sosialisasi nilai-nilai pelestarian alam dan budaya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bhuyakha (Sentani),” tambahnya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara seni, budaya, dan lingkungan menjadi kekuatan utama dalam membangun kesadaran generasi muda agar tetap berakar pada jati diri lokal di tengah arus modernisasi.
Laporan: M. Irfan







