Foto: istimewa | Tampak grup musik tradisional asal Papua, Oyandi Voice ketika tampil pada ajang internasional Pacific Roots Fest 2026 di Irlandia, Amsterdam, Belanda, 15-16 Agustus 2026.
Amsterdam, jurnalmamberamofoja.com – Grup seni dan musik asal Papua, Oyandi Papua, tampil dalam ajang internasional Pacific Roots Fest 2026 yang berlangsung di IJland, Amsterdam, Belanda, pada 15–16 Agustus 2026.
Keikutsertaan Oyandi Papua dalam festival tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Papua kepada masyarakat internasional. Melalui musik dan pertunjukan seni, mereka tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang identitas, tradisi, serta keberagaman masyarakat Papua.
Pacific Roots Fest 2026 menjadi ruang perjumpaan berbagai komunitas Pasifik untuk merayakan dan memperkenalkan akar budaya masing-masing. Festival ini menghadirkan beragam ekspresi budaya, mulai dari musik, seni, tari, kuliner hingga tradisi masyarakat kepulauan Pasifik.
Informasi dari Kenniscentrum Papoeahuis menyebutkan, festival tersebut menjadi wadah yang mempertemukan berbagai komunitas Pasifik melalui kegiatan seni dan budaya. Pertemuan lintas budaya ini sekaligus membuka ruang bagi para pelaku seni untuk bertukar pengalaman, gagasan dan kreativitas.
Bagi Oyandi Papua, tampil di Amsterdam bukan sekadar mengisi panggung pertunjukan. Kehadiran mereka membawa misi budaya untuk memperkenalkan Papua melalui karya seni sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan budaya Papua memiliki karakter yang kuat dan dapat diapresiasi di tingkat internasional.
Dalam penampilannya, Oyandi Papua menghadirkan nuansa khas Papua melalui musik, gerak dan ekspresi seni. Setiap pertunjukan menjadi bagian dari upaya menyampaikan cerita serta identitas masyarakat Papua kepada penonton dari berbagai negara.
“Kami datang bukan hanya untuk tampil, tetapi membawa cerita tentang Papua. Setiap lagu, gerakan dan musik yang kami tampilkan adalah bagian dari identitas dan kekayaan budaya Papua yang ingin kami perkenalkan kepada dunia,” ujar perwakilan Oyandi Papua.
Menurut Oyandi Papua, seni dan musik memiliki kekuatan sebagai sarana memperkenalkan identitas suatu daerah kepada masyarakat luas. Panggung internasional menjadi kesempatan bagi Papua untuk hadir melalui karya dan kreativitas anak-anak Papua sendiri.
Kehadiran Oyandi Papua di Belanda juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya di tengah perkembangan zaman. Musik, bahasa, tarian dan nilai-nilai tradisional Papua dinilai perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap
hidup dan tidak kehilangan akar identitasnya.
Selain memperkenalkan budaya Papua, keikutsertaan dalam Pacific Roots Fest membuka kesempatan bagi Oyandi Papua untuk berinteraksi dengan komunitas seni dan budaya dari berbagai latar belakang.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama di bidang seni dan budaya sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi seniman Papua untuk tampil di berbagai panggung internasional.
Festival Pacific Roots Fest 2026 juga memperlihatkan bahwa kekayaan budaya masyarakat Pasifik memiliki ruang penting dalam percaturan kebudayaan global. Beragam suara, musik, tradisi dan cerita dari kawasan Pasifik dipertemukan dalam sebuah perayaan budaya di Belanda.
Bagi Oyandi Papua, tampil di IJland, Amsterdam, menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan membawa nama Papua, musik Papua dan kekayaan budayanya agar semakin dikenal dunia.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelaku seni Papua untuk terus berkarya, membangun kolaborasi serta memanfaatkan panggung internasional sebagai sarana diplomasi budaya.
Dengan membawa identitas dan semangat Papua, Oyandi Papua menunjukkan bahwa seni dan musik mampu menjadi jembatan antarbudaya sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan Papua kepada masyarakat internasional.
Laporan: Sony Rumainum


















