Creative Papua Festival 2026 Dibuka, Abisai Rollo Dorong Produk Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Jayapura

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Nampak Walikota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., ketika membuka Creative Papua Festival Industri Kecil dan Menengah (IKM) Jayapura 2026, Jumat (21/8).

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mendorong sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), UKM, koperasi serta ekonomi kreatif menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.

banner 325x300

Hal itu disampaikan Abisai Rollo saat membuka Creative Papua Festival Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Jayapura Tahun 2026 di Halaman Terminal Taxi Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (21/8/2026).

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, menjadi wadah promosi sekaligus ruang pengembangan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pelaku usaha, mulai dari IKM, UMKM, UKM, koperasi, pengusaha hingga para pengrajin Dekranasda Kota Jayapura.

Dalam sambutannya, Abisai menegaskan bahwa Creative Papua Festival tidak boleh berhenti sebagai kegiatan pameran maupun seremoni semata. Menurutnya, festival harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha masyarakat.

“Melalui tata kelola usaha yang baik, kemajuan usaha pasti dapat tercapai,” kata Abisai.

Ia mengatakan, Pemkot Jayapura terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan serta berbagai program penguatan kapasitas yang dilaksanakan bersama perangkat daerah terkait.

Menurut Abisai, pengembangan sektor usaha masyarakat sejalan dengan visi dan misi Pemkot Jayapura untuk mewujudkan kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri dan sejahtera menuju Jayapura Emas.

“Kami berkomitmen terus meningkatkan kemandirian ekonomi yang bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, ekonomi kreatif, pariwisata serta kelestarian budaya lokal, sehingga masyarakat dapat menikmati kehidupan yang sejahtera melalui hasil kerja keras sendiri,” ujarnya.

IKM dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi

Abisai menilai keberadaan IKM, UMKM dan UKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Selain menghasilkan berbagai produk, sektor usaha masyarakat juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi sumber pendapatan bagi keluarga.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui promosi, pemasaran, pelatihan, pendampingan, peningkatan kapasitas serta perluasan jaringan usaha.

Ia berharap produk lokal Kota Jayapura tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga dapat berkembang dan menembus pasar yang lebih luas, termasuk di luar Papua.

Beragam produk yang dipamerkan dalam festival menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif Kota Jayapura. Produk tersebut antara lain pangan olahan, kerajinan tangan, fesyen, noken, batik, produk berbahan hasil alam Papua, olahan perikanan, hasil pertanian serta berbagai produk kreatif lainnya.

Menurut Abisai, peningkatan kualitas produk harus terus dilakukan, terutama dari sisi kemasan, mutu, inovasi dan strategi pemasaran.

“Produk lokal harus terus kita tingkatkan kualitasnya agar mampu bersaing dan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi daerah,” katanya.

Kemerdekaan Harus Dirasakan Lewat Kemandirian Ekonomi Pelaksanaan Creative Papua Festival 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Abisai mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan tidak hanya dalam konteks politik, tetapi juga melalui terwujudnya kemandirian ekonomi.

Menurutnya, kemerdekaan ekonomi berarti masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja, berkarya dan menjalankan usaha secara mandiri, memperoleh penghasilan yang layak, menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Semangat kemerdekaan ini hendaknya kita maknai bukan hanya sebagai kemerdekaan secara politik, tetapi juga kemerdekaan ekonomi,” pesannya.

Ia memastikan Pemkot Jayapura akan terus menciptakan ruang yang memungkinkan masyarakat mengembangkan usaha secara mandiri.

Pelatihan, pendampingan, penguatan kapasitas, akses pemasaran dan promosi produk menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

 

Baca juga: HUT ke-81 RI, Walikota ABR: Tugas Kita Mengisi Kemerdekaan dengan Pembangunan

Wali Kota Ajak Masyarakat Cintai Produk Lokal

Pada kesempatan tersebut, Abisai juga memberikan apresiasi kepada seluruh pelaku IKM, UMKM, UKM, koperasi, pengusaha dan pengrajin Dekranasda yang berpartisipasi dalam festival.

Ia mengajak masyarakat Kota Jayapura memberikan dukungan nyata dengan membeli, menggunakan sekaligus mempromosikan produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal.

“Kalau bukan kita yang membeli dan menggunakan produk lokal, siapa lagi. Mari kita dukung usaha masyarakat Kota Jayapura agar terus berkembang,” ajaknya.

Menurutnya, keberpihakan masyarakat terhadap produk lokal sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil sekaligus mendorong peningkatan produksi dan pengembangan usaha.

Festival Diisi Beragam Kegiatan

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Jayapura, Albertho Itaar, S.IP., dalam laporannya menyampaikan sejumlah kegiatan yang digelar selama festival.

Selain pameran dan promosi produk IKM serta UMKM, festival diramaikan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda.

Di antaranya lomba gaple serta lomba mewarnai bagi anak-anak tingkat SD dan PAUD di Kota Jayapura.

Festival juga dirangkaikan dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan.

Selain itu, digelar talk show yang membahas legalitas usaha bagi pelaku usaha kecil serta pentingnya perlindungan hak cipta.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai legalitas, perlindungan merek, produk dan karya yang mereka hasilkan.

Pemkot Dorong Kolaborasi dan Perluasan Pasar

Pembukaan festival turut dihadiri sejumlah pimpinan OPD, unsur pelayanan publik, Ketua Klasis Port Numbay, Ondoafi Kayu Pulo, perangkat pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya.

Usai membuka kegiatan, Abisai bersama pejabat dan undangan mengunjungi sejumlah stan IKM dan UMKM.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota melihat langsung berbagai produk yang dipamerkan sekaligus berdialog dengan para pelaku usaha.

Abisai mengapresiasi kreativitas dan kerja keras para pelaku usaha yang mampu mengolah berbagai potensi lokal Papua menjadi produk bernilai ekonomi.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperkuat sektor IKM dan UMKM di Kota Jayapura.

Dengan dukungan bersama, sektor usaha masyarakat diharapkan semakin berkembang, mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan keluarga dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Kota Jayapura.

Creative Papua Festival IKM Kota Jayapura 2026 diharapkan tidak berakhir sebagai agenda seremonial. Festival tersebut diharapkan menjadi ruang berkelanjutan bagi pelaku usaha untuk memperkuat produk, memperluas pasar, membangun jejaring kerja sama dan menjadikan produk lokal Papua sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.

Laporan: Sonny Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *