Foto: istimewa | Irjen Pol. Alfred Papare, SIK., Kapolda Papua Barat

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Tongkat komando Kepolisian Daerah Papua Barat resmi berpindah tangan. Brigjen Pol Alfred Papare ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat berdasarkan Telegram Kapolri Nomor ST 143/I KEP/2026 yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Penunjukan ini sekaligus mengantarkan Alfred Papare naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen). Dengan kenaikan pangkat tersebut, ia kini menyandang status jenderal bintang dua.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Papua Barat, Alfred Papare menjabat sebagai Kapolda Papua Tengah sejak 11 November 2024. Ia tercatat sebagai kapolda pertama di provinsi hasil pemekaran tersebut.
Perwira tinggi kelahiran Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, 6 April 1974 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1995. Karier panjangnya banyak dihabiskan di Tanah Papua, terutama pada bidang intelijen dan kepemimpinan wilayah.
Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Wakapolres Mimika, Kapolres Pegunungan Bintang, Kapolres Raja Ampat, Kapolres Jayapura Kota, Kapolres Merauke, hingga berbagai posisi penting di jajaran Polda Papua dan Papua Barat.
Baca juga: Gerbong Mutasi Polri di Papua: AKBP Umar Nasatekay Masuk Biro SDM
Sebelum memimpin Papua Tengah, Alfred Papare juga sempat menjabat sebagai Wakapolda Papua Barat dengan pangkat Brigjen Pol.
Rekam jejak tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Polri asli Papua yang memiliki pemahaman kuat terhadap dinamika sosial, keamanan, dan karakteristik wilayah timur Indonesia.
Menariknya, Alfred Papare juga merupakan cucu dari pahlawan nasional asal Papua, Silas Papare. Latar belakang keluarga pejuang ini kerap disebut sebagai bagian dari nilai patriotisme yang melekat dalam perjalanan kariernya.
Dalam mutasi ini, Alfred Papare menggantikan Irjen Pol Johny Isir yang mendapat kepercayaan baru sebagai Kepala Divisi Humas Polri di Mabes Polri.
Rotasi jabatan ini menjadi bagian dari strategi penyegaran organisasi Polri guna memperkuat stabilitas keamanan, efektivitas kepemimpinan, serta pelayanan kepolisian di wilayah Papua yang memiliki tantangan kompleks.
Laporan: Sony Rumainum

















