Dok ist/ Anggota MRP Papua Ribka Bilasi di sela kegiatan jaring aspirasi masyarakat
Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja – Majelis Rakyat Papua (MRP), melalui anggotanya Ribka Bilasi, menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat mengenai partisipasi Orang Asli Papua (OAP) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024.
Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Kampung Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya, pada Jumat (11/10/2024).
Menurut Maria Rofek, anggota MRP, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan OAP terlibat secara penuh dalam Pilkada Serentak 2024 di Provinsi Papua. Penjaringan aspirasi ini menjadi langkah penting untuk menguatkan partisipasi OAP dalam proses demokrasi di Papua.
Dalam dialog tersebut, Ribka Bilasi mendengarkan secara langsung pandangan serta harapan masyarakat terkait keterwakilan dan partisipasi aktif OAP dalam Pilkada Serentak.
Ribka Bilasi menekankan bahwa peran aktif OAP sangat penting untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan memperkuat sistem demokrasi yang lebih inklusif di Papua.
Salah satu anggota MRP juga menyampaikan bahwa aspirasi yang didapat dari masyarakat akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan OAP, khususnya dalam Pilkada.
“Kami berharap aspirasi ini bisa menjadi dasar yang kuat untuk memperjuangkan hak-hak politik OAP dan meningkatkan partisipasi mereka dalam Pilkada serentak mendatang,” ujar Ribka Bilasi.

Ribka Bilasi juga mengimbau masyarakat Mamberamo Raya untuk aktif menyampaikan masukan terkait pelaksanaan Pilkada, termasuk kendala yang dihadapi OAP dalam berpartisipasi. Isu-isu seperti akses informasi, pendidikan politik, dan dukungan dari pemerintah menjadi topik utama dalam diskusi ini.
“MRP berkomitmen untuk terus berdialog dengan masyarakat di berbagai wilayah Papua, termasuk Mamberamo Raya, agar partisipasi OAP dalam Pilkada serentak dapat meningkat, sehingga Pilkada berjalan adil dan demokratis,” tambah Ribka Bilasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan OAP dapat lebih aktif menentukan masa depan politik Papua, serta terjamin hak-hak politiknya dalam proses pemilihan yang akan berlangsung pada 27 November mendatang. (NAP)







