Foto: istimewa | Tampak Plt.SekdaKab Jayapura Dr. Abdul Rahman Basri, M.KP didampingi Kadis Kominfo Gustaf Griapon, ST., dan juga Anggota MRP Pokja Perempuan, Febiolla Ohei ketika peluncuran aplikasi OAPShop. id, Selasa (23/9).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Kabupaten Jayapura kembali menorehkan langkah penting dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakatnya. Pada Selasa (23/9), Pemerintah Kabupaten Jayapura meresmikan peluncuran aplikasi e-commerce OAPShop.id, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP) agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Peresmian berlangsung meriah di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura. Prosesi peluncuran ditandai dengan pemindaian barcode oleh Plt Sekda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, yang hadir mewakili Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H. Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimda, perwakilan perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, hingga para pelaku UMKM setempat.
Dalam sambutan yang dibacakan Plt Sekda, Bupati Jayapura menegaskan bahwa OAPShop.id bukan sekadar aplikasi, tetapi sebuah terobosan besar.
“Digitalisasi memberi ruang bagi produk khas Papua untuk menjangkau pasar nasional bahkan internasional. Pemerintah daerah sepenuhnya mendukung upaya ini sebagai bagian dari penguatan kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal,” ucapnya.
Baca juga: Produk Unggulan Jayapura Curi Perhatian di Expo KTNA 2025, Puluhan Pembeli Serbu Stand Pemkab
Sekda menambahkan, UMKM memiliki peran vital karena mampu menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang 68 persen PDB nasional.
“Lewat inovasi digital seperti OAPShop.id, kami berharap UMKM di Jayapura dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Harapan besar juga datang dari Febiolla Ohei, Anggota MRP Pokja Perempuan sekaligus Pembina UMKM Kabupaten Jayapura. Menurutnya, platform ini adalah jawaban atas keterbatasan pemasaran yang selama ini dihadapi pelaku usaha lokal.
“Produk-produk Orang Asli Papua kini tidak lagi terbatas di pasar lokal. Dengan dukungan perbankan, bahkan ada UMKM yang sudah memperoleh pinjaman modal hingga Rp125 juta, bahkan Rp500 juta lewat program KUR. Ini langkah besar bagi pengembangan usaha,” ungkapnya optimistis.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengungkapkan bahwa aplikasi ini lahir dari kreativitas generasi muda Papua.
“Saat ini baru 12 produk yang terdaftar. Namun setelah peresmian, jumlahnya akan terus bertambah melalui kerja sama dengan koperasi, Disperindak, serta komunitas UMKM. OAPShop.id bukan sekadar marketplace, melainkan wadah kolaborasi,” jelasnya.
Kehadiran OAPShop.id diharapkan menjadi momentum penting bagi transformasi digital di Papua. Selain membuka jalan bagi pelaku UMKM untuk menembus pasar lebih luas, aplikasi ini juga menjadi media promosi budaya serta identitas lokal lewat produk-produk khas daerah.
Dengan peluncuran ini, Kabupaten Jayapura menegaskan komitmennya untuk memberdayakan ekonomi rakyat sekaligus menjaga warisan budaya Papua agar semakin dikenal dunia.
Laporan: M. Irfan

















