Foto: istimewa / Jalan Matoa, Sentani (TKP)
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Warga di sekitar Jalan Matoa Sentani, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di dalam kamar kos pada Minggu (02/02) siang.
Korban yang diketahui berinisial YPS (52), asal Halmahera Selatan, Maluku Utara, ditemukan dalam kondisi sudah membusuk.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam kamar yang terkunci dari dalam.
Penemuan ini berawal dari laporan warga yang mencium bau menyengat selama beberapa hari terakhir.
Menurut saksi, Ibu Istiqomah, korban terakhir kali terlihat pada 20 Januari 2025 dalam kondisi sehat. Sejak saat itu, ia tidak pernah tampak lagi.
Warga yang awalnya mengira bau tak sedap berasal dari bangkai binatang mulai curiga setelah melihat banyak lalat di jendela kamar korban.
Melihat kejanggalan tersebut, penanggung jawab kos, Bapak Muhjasri, mencoba menghubungi korban melalui telepon, tetapi tidak mendapat jawaban.
Akhirnya, warga memutuskan membuka paksa pintu kamar dan menemukan korban sudah tidak bernyawa, tergeletak telentang di lantai tanpa busana.
Menindaklanjuti laporan warga, aparat dari Polsek Sentani Kota dan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Jayapura langsung menuju lokasi. Garis polisi dipasang untuk mengamankan area, sementara tim forensik melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian. Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan apakah ada unsur kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan kematian korban.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di lingkungan kos-kosan, untuk lebih peduli terhadap penghuni sekitar, khususnya mereka yang tinggal sendiri.
“Jika ada hal mencurigakan, jangan ragu untuk segera melapor kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan keluarga korban untuk proses pemakaman, mengingat kondisi jasad yang sudah dalam tahap pembusukan. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Laporan: Irfan








