Makan Sumbang di GKI Zoar Abeale: Suasana Penuh Iman, Constan Karma Turut Dukung Pembangunan Gereja

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan / Tokoh GKI drh. Constan Karma bersama dengan PHMJ dan Panitia Makan Sumbang GKI Jemaat Zoar Abe Ale, di Halaman Gedung Gereja, Pasar Lama Sentani, Sabtu (17/5).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Suasana penuh kekeluargaan dan semangat pelayanan tampak terasa di halaman Gereja GKI Jemaat Zoar Abeale, Pasar Lama Sentani, Sabtu (17/5/2025).

banner 325x300

Ratusan warga jemaat berkumpul dalam kegiatan Makan Sumbang, sebuah tradisi khas yang menjadi cara jemaat untuk menghimpun dana pembangunan gereja.

Di antara para undangan, hadir pula tokoh GKI di Tanah Papua, drh. Constan Karma. Mantan Wakil Gubernur Papua itu datang sebagai keluarga dan kader GKI, serta turut memberikan sumbangan sebagai bentuk dukungan terhadap program-program gereja.

“Saya hadir di sini karena diundang keluarga dan panitia. Ini bukan soal acara makan saja, tapi tentang rasa tanggung jawab bersama membangun rumah Tuhan,” ujar Constan Karma usai mengikuti kegiatan.

Ia menekankan bahwa semangat jemaat untuk berjalan lebih dulu dalam iman, tanpa menunggu dana lengkap, adalah sesuatu yang patut diapresiasi.

“Kalau kita di pemerintahan tunggu semua siap dulu. Tapi kalau gereja, biasanya jalan dulu. Dan itu karena dorongan spiritual yang kuat. Saya percaya Tuhan akan memampukan,” ujarnya.

Sebelum sesi makan berlangsung, acara didahului ibadah bersama. Panitia kemudian membuka sesi makan sumbang, di mana berbagai hidangan disajikan, dan setiap jemaat yang makan dipersilakan memberi sumbangan sesuai kerelaan hati.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pengerjaan paving block, penataan halaman gereja, serta dua program wisata rohani ke Manado dan Supiori Utara.

Ketua PHMJ GKI Jemaat Zoar Abeale, Pdt. Heldi Harun, S.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata hasil sidang jemaat 2025, khususnya di bidang keuangan dan pembangunan.

“Kami mengajak jemaat terlibat langsung, bukan hanya memberi sumbangan, tetapi juga merasakan kebersamaan dan kepedulian terhadap pelayanan gereja,” jelasnya.

Menutup kunjungannya, Constan Karma memberikan pesan kepada panitia agar tetap setia pada komitmen mereka.

“Kalau sudah berjanji untuk melayani, jangan mundur. Kita harus selesaikan apa yang sudah dimulai bersama Tuhan,” ujarnya.

Acara makan sumbang hari itu bukan sekadar penggalangan dana. Lebih dari itu, menjadi ruang bagi jemaat untuk memperkuat ikatan batin, menumbuhkan semangat kolektif, dan membangun rumah ibadah dengan dasar iman dan kasih.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *