Foto: istimewa | Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH., didampingi Wabup Haris Richard S. Yocku, SH.

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura bersiap menggelar lomba Pondok Natal mulai 1 hingga 31 Desember 2025. Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, menegaskan bahwa seluruh tim penilai lomba tahun ini berasal dari kalangan umat Muslim, sebagai wujud komitmen menjaga netralitas, toleransi, dan persaudaraan lintas iman.
“Seluruh panitia Pondok Natal adalah teman-teman Muslim. Kami ingin penilaian yang benar-benar netral dan objektif,” ujar Wonda di Sentani, Senin (3/11).
Lomba Pondok Natal ini terbuka untuk pemuda dan anak-anak Sekolah Minggu di seluruh distrik Kabupaten Jayapura. Mereka diberi kebebasan membangun pondok secara kreatif di lokasi mana pun di pinggir jalan, perbukitan, atau kawasan umum lainnya.
Baca juga: Mulai dari Apel Tepat Waktu hingga Kantor Bersih, Bupati Yunus Wonda Puji ASN Jayapura
“Ini murni karya anak-anak muda. Mereka bebas berkreasi di mana saja, dan panitianya semua dari kalangan Muslim,” tambahnya.
Bupati Wonda menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga wadah menumbuhkan semangat kasih yang mempersatukan perbedaan — sesuai tema besar tahun ini, “Kasih Mempersatukan Perbedaan.”
“Tidak ada Pondok Yerusalem atau Bethlehem. Semua pondok hanya punya satu judul: Kasih mempersatukan perbedaan. Ini tentang kasih yang menyatukan semua umat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Jayapura menyiapkan hadiah besar bagi pemenang. Juara pertama akan menerima Rp100 juta, disusul Rp75 juta untuk juara kedua, Rp50 juta untuk juara ketiga, dan Rp25 juta bagi juara keempat. Selain itu, setiap distrik juga akan memiliki juara umum dengan hadiah sekitar Rp120 juta.
Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran dan tidak menerima bantuan dana dari pemerintah daerah. “Silakan bangun sendiri. Pemerintah hanya menyiapkan hadiah, bukan dana bantuan,” ujar Wonda.

Bupati juga mengumumkan bahwa tahun depan kegiatan serupa akan digelar untuk umat Muslim saat bulan Ramadan, dengan panitia penilai berasal dari kalangan umat Kristen.
“Nanti di bulan Ramadan, panitianya dari kami yang Kristen. Kami akan menilai kreativitas teman-teman Muslim. Ini bentuk toleransi nyata yang ingin kita bangun bersama,” jelasnya.
Selain membahas kegiatan keagamaan, Bupati Wonda juga menyinggung temuan DPRD mengenai sejumlah asrama mahasiswa asal Kabupaten Jayapura di Kota
Jayapura yang kondisinya memprihatinkan. Ia memastikan pemerintah daerah akan memprioritaskan rehabilitasi asrama tersebut pada tahun anggaran mendatang.
Baca juga: Langkah Berani Bupati Yunus Wonda: Perawat “Kaki Telanjang” Siap Jemput Bola Tangani Kanker Serviks
“Dinas terkait harus segera menganggarkan rehab asrama tahun depan. Tapi pastikan asrama itu benar-benar dihuni anak-anak Kabupaten Jayapura,” jelas bupati menegaskan.
Yunus Wonda menutup dengan pesan tegas agar fasilitas pendidikan daerah digunakan sesuai peruntukan. “Kalau yang tinggal bukan anak Jayapura, lebih baik kos saja. Karena asrama itu dibangun untuk anak-anak kita,” tutupnya.
Laporan: M. Irfan







