Foto: Irfan / Kepala Dinas Kesehatan Kab. Jayapura, Khairul lie, S.KM.,M.Kes
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini menjadi momok utama di Kabupaten Jayapura.
Dengan angka kasus yang mencapai 27,1 persen, ISPA resmi menempati posisi teratas dalam daftar penyakit terbanyak di Bumi Khenambay Umbay.
Faktor utama pemicu penyakit ini adalah lingkungan yang tidak bersih, asap tebal, serta jalanan berdebu yang memperburuk kualitas udara.
Kadinkes Kabupaten Jayapura, Khairul Lie, S.KM., M.Kes., menyebut ISPA sebagai tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama.
“Penyakit ini berada di peringkat pertama, disusul malaria sebesar 22,5 persen dan gangguan sistem otot serta jaringan pengikat sebanyak 14,4 persen,” ujarnya, Rabu (15/1/2025).
Cuaca ekstrem yang tak menentu menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus ISPA.
“Kadang panas, tiba-tiba hujan, ditambah lagi tumpukan sampah dan jalanan yang berdebu. Akhir Desember lalu, sampah menumpuk di sepanjang ruas jalan Kota Sentani, memperburuk situasi,” ujar Khairul Lie.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi infrastruktur yang buruk turut memperbesar risiko penyebaran penyakit ini.
Selain ISPA, beberapa penyakit lain yang menduduki peringkat tertinggi di Kabupaten Jayapura adalah:
Malaria (22,5 persen): Masih menjadi penyakit endemik yang membutuhkan perhatian serius.
Hipertensi dan diabetes mellitus yang meningkat akibat gaya hidup tidak sehat.
“Perilaku masyarakat, seperti kurang bergerak dan konsumsi makanan tinggi gula, turut memperparah kondisi ini,” jelas Khairul Lie.
Khairul juga mengungkapkan angka kasus tuberculosis (TB) dan HIV/AIDS yang mencengangkan. Setiap tahun, terdapat lebih dari 400 kasus baru.
Saat ini, total kasus HIV/AIDS telah mencapai 5.000 lebih, menambah beban sektor kesehatan di daerah tersebut.
Imbauan untuk Masyarakat
Untuk mencegah lonjakan kasus ISPA, Kadinkes mengimbau masyarakat agar:
1. Menggunakan masker, terutama saat berkendara di jalanan berdebu.
2. Menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit.
3. Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci. Dengan menjaga kebersihan dan kesehatan, kita bisa menekan angka penyakit ini,” tegas Khairul Lie.
Meski angka kasus ISPA tinggi, Khairul memastikan tidak ada laporan kematian akibat penyakit ini selama 2024 hingga awal 2025.
Namun, ia mengingatkan bahwa ancaman ISPA dan penyakit lainnya tetap harus diwaspadai.
Laporan: Irfan







