Foto: istimewa / Ketua Gerindra Papua ibu Yanni dan pengurus bersama Pastor Paroki Paul Tumayang serta panitia pembangunan Gereja.
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja — Kunjungan Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, ke Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi APO Jayapura membawa angin segar bagi umat. Didampingi sejumlah kader, Yanni disambut hangat oleh Pastor Paroki, panitia pembangunan, serta umat yang hadir di gereja yang berdiri sejak 58 tahun silam tersebut.
Dalam sambutannya, Yanni mengungkapkan bahwa kehadirannya merupakan tindak lanjut dari undangan resmi yang disampaikan kepada DPD Partai Gerindra Papua.
“Bagi saya, peran tokoh agama sangat penting untuk membangun Papua yang damai dan harmonis. Karena itu, Partai Gerindra berkomitmen terus mendukung pengembangan tempat-tempat ibadah di seluruh Papua,” ujar Yanni.
Ia menekankan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan semangat yang diwariskan Ketua Umum Partai Gerindra yang kini menjabat Presiden RI, Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto, yang selalu memberi perhatian besar pada kehidupan beragama di Indonesia.
Dalam kunjungan itu, Yanni mengungkapkan bahwa DPD Partai Gerindra Papua telah menerima tiga proposal bantuan pembangunan gereja dari tiga paroki di Jayapura dan Sentani, termasuk Paroki Santo Fransiskus Asisi APO.
Tak lupa, Yanni juga meminta umat Katolik mendoakan Presiden Prabowo agar diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa.
Di hadapan Yanni dan rombongan, Pastor Paul Tumayang Tandilintin, OFM, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada umat di APO.
“Kami bersyukur atas kunjungan ini. Kehadiran Ketua DPD Gerindra Papua adalah jawaban atas doa-doa kami yang menginginkan pembangunan gereja baru,” kata Pastor Paul.
Ia menjelaskan, kondisi gedung gereja saat ini sudah tidak memadai lagi. Selain rusak di beberapa bagian, kapasitas gereja yang hanya mampu menampung 300–400 orang sudah jauh dari cukup untuk melayani lebih dari 1.700 umat yang terdaftar.
Pembangunan gereja baru direncanakan tetap mempertahankan bentuk aslinya namun dengan kapasitas yang lebih besar dan fasilitas yang lebih lengkap untuk mendukung kegiatan ibadah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, FX Sucipto Sia, menambahkan bahwa kebutuhan anggaran pembangunan mencapai Rp23,37 miliar, sementara dana yang sudah terkumpul baru sekitar Rp3,5 miliar.
“Kami targetkan pembangunan selesai dalam dua tahun. Untuk itu, kami berharap dukungan dari semua pihak, termasuk Partai Gerindra Papua, agar umat tidak lagi beribadah di luar gedung dengan tenda darurat,” ujar Sucipto.
Kunjungan ini menjadi harapan baru bagi umat Paroki Santo Fransiskus Asisi APO Jayapura, sekaligus menandai langkah nyata kolaborasi antara dunia politik dan keagamaan demi kemajuan Papua yang lebih baik.
Laporan: Irfan

















