Foto: Irfan / Kakan Kemenag Jayapura Steven A. Wonmaly saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Kamis (15/5).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Jayapura, Steven A. Wonmaly, mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu terkait keberadaan aliran sesat yang diduga menyimpang dari ajaran Kristen.
Imbauan ini disampaikan Steven Wonmaly saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Kamis (15/5/2025), menanggapi maraknya pemberitaan dan viralnya video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas aliran sesat di Distrik Nimboran.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Jalankan aktivitas dan ibadah seperti biasa, serta percayakan urusan keagamaan kepada para pemuka agama. Kami juga telah menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian terkait hal ini,” ujar Steven.
Ia menambahkan, pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menyikapi kasus tersebut. Namun, pihaknya juga perlu mendengar klarifikasi dari semua pihak agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Sebelumnya, warga Kampung Pombaim, Distrik Nimboran, dihebohkan dengan aktivitas sebuah kelompok yang dianggap menyimpang. Kelompok ini diduga menjalankan ibadah malam hari yang diakhiri dengan hubungan seksual secara massal. Pendiri kelompok tersebut, Frengky Monim, bahkan mengklaim dirinya sebagai Tuhan.
Ritual yang dilakukan kelompok ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial, khususnya Facebook, pada Kamis (8/5/2025). Dalam video tersebut, seorang pria berambut gondrong dan berkumis panjang terlihat duduk tanpa baju, hanya mengenakan celana pendek, dan mengaku sebagai Tuhan.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, membenarkan adanya aktivitas kelompok yang diduga menyebarkan paham menyimpang dan meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian telah turun langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan warga.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait untuk memastikan ketertiban dan keamanan masyarakat tetap terjaga,” tutup Kakan Kemenag Jayapura.
Laporan: Irfan

















