Foto: istimewa | Tampak Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, SIK.,MH., bersama Walikota Jayapura Abisai Rollo, SH.,MH., dan Kepala Perum Bulog Papua, Ahmad Mustari di Hypermart Mall Jayapura, Selasa (17/3).

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn) Matius D. Fakhiri, S.IK., M.H., turun langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pusat perbelanjaan dan distributor di Kota Jayapura, Selasa (17/3/2026).
Sidak tersebut turut diikuti Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, SH., MH., jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), serta Ketua DPR Kota Jayapura Theos B. Ajomi, S.Sos.
Baca juga: “Sidak Mengejutkan di RSUD Abepura, Gubernur Fakhiri Temukan Banyak Kejanggalan”
Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan ketersediaan bahan pokok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), termasuk di sejumlah distributor dan depot Pertamina.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung pemerintah guna memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang meningkatnya permintaan saat Idul Fitri.
Dalam sidak tersebut, rombongan memantau harga sejumlah komoditas strategis serta memastikan tidak terjadi penimbunan maupun lonjakan harga yang merugikan masyarakat.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir adanya praktik yang mengganggu stabilitas harga maupun distribusi barang kebutuhan pokok.
“Kami ingin memastikan masyarakat Papua, khususnya di Kota Jayapura, tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan pokok dan BBM menjelang Idul Fitri. Harga harus tetap stabil dan distribusi harus lancar. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak tegas,” tegas Fakhiri.

Ia juga mengimbau para pelaku usaha dan distributor untuk tetap menjaga komitmen dalam menyediakan kebutuhan masyarakat secara cukup dan dengan harga yang wajar.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua bersama pemerintah kota akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan.
Laporan: Roy

















