Foto: Istimewa – Bupati Jayapura foto bersama Ketua PGGJ Pdt. Izak Randi Hikoyabi beserta pengurus usai pelantikan.
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pendeta Izak Randi Hikoyabi, S.E., M.KP., resmi dilantik sebagai Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ) Kabupaten Jayapura periode 2025–2030 dalam acara yang berlangsung di Gedung Gereja GPdI Elohim, Jalan Sosial, Kota Sentani, Senin (12/5/2025).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., selaku Ketua Dewan Pembina PGGJ. Hadir menyaksikan, Wakil Bupati Jayapura Haris Richard S. Yocku, S.H., yang juga menjabat Ketua Panitia Konferensi III PGGJ, serta para tamu undangan dan perwakilan gereja.
Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah antara Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran pengurus PGGJ yang baru.
Kepada wartawan, Pdt. Izak menyampaikan bahwa langkah pertama yang akan ia lakukan bersama pengurus adalah konsolidasi internal dan membangun komunikasi intensif antar gereja. Tujuannya untuk memperkuat persatuan di antara 48 denominasi yang tergabung dalam PGGJ Kabupaten Jayapura.
“Kami akan mulai dengan konsolidasi internal, merangkul semua pihak, dan membangun kolaborasi lintas pengurus. Mari kita kembali bersatu demi pelayanan yang lebih maksimal,” ujar Pdt. Izak yang juga merupakan anggota MRP Provinsi Papua.
Ia juga menegaskan komitmen mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura.
“Pelantikan ini menjadi titik awal. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar rapat kerja (raker) guna menyusun program lima tahun ke depan. Program tersebut akan diselaraskan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura periode 2025–2030,” jelasnya.
Beberapa program prioritas yang disebutkan antara lain pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), doa rutin mingguan di Kantor Bupati, serta rencana pembangunan kantor atau sekretariat permanen PGGJ.
“Satu hal yang sangat kami apresiasi, Bapak Bupati dan Wakil Bupati sejak awal konferensi sangat mendukung penuh hingga proses pelantikan hari ini. Bahkan beliau siap membangun kantor representatif PGGJ,” ungkapnya.
Namun, Izak menegaskan bahwa pembangunan kantor tersebut harus dilakukan di atas tanah yang statusnya jelas dan bebas masalah.
“Kami sedang mencarikan lokasi yang tepat. Setelah tanah dinyatakan clear, baru akan dilaporkan ke pemerintah daerah. Rencananya, jika semua berjalan lancar, pembangunan kantor bisa dimulai pada 2026,” ujarnya.
Pdt. Izak juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungan dan kehadiran mereka dalam pelantikan pengurus baru PGGJ.
Ia turut mengajak seluruh pihak, termasuk yang belum hadir dalam pelantikan, untuk kembali bersatu dan mendukung pelayanan bersama di bawah naungan PGGJ.
“PGGJ ini bukan milik kelompok tertentu, tapi milik kita bersama. Bahkan lebih dari itu, ini milik Tuhan. Karena itu, mari kita saling mendukung, melayani umat, dan mendoakan pemerintah agar segala tantangan dapat diatasi dengan baik,” tutupnya.
Laporan: Irfan

















