Hadapi Perubahan Iklim, TEP Unair Ajak Warga Sumber Boga Bertani Hidroponik

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Mander | Suasana Penyuluhan dan Pelatihan Hidroponik di Kampung Sumber Boga, Distrik Masni, Manokwari, Papua Barat, Kamis (3/9).

Manokwari, jurnalmamberamofoja.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) mendorong masyarakat Kampung Sumber Boga SP7, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mengembangkan pertanian hidroponik sebagai salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.

banner 325x300

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan hidroponik yang digelar di Kampung Sumber Boga, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pola produksi dan konsumsi pangan yang sehat, bertanggung jawab, serta berkelanjutan.

Ketua Tim 11 TEP Kementerian Transmigrasi 2026, Dr. Corie Indria Prasasti, S.KM., M.Kes., mengatakan pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan pengalaman praktik menanam dan mengelola berbagai jenis sayuran menggunakan sistem hidroponik.

“Pelatihan ini memberikan pemahaman mengenai keterkaitan antara ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi Prafi,” ujar Corie di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, hidroponik dapat menjadi alternatif produksi pangan yang efisien sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga: TEP Unair Perkuat Program Strategis Menuju Desa Sehat di Prafi

Program tersebut, kata Corie, tidak hanya menyasar masyarakat secara umum, tetapi juga diharapkan dapat melibatkan generasi muda sehingga memiliki peran dalam membangun pola produksi
dan konsumsi pangan yang berkelanjutan.

“Hidroponik merupakan metode pertanian inovatif yang dapat menjadi solusi bagi desa yang sehat dan berketahanan iklim. Dengan teknologi ini, masyarakat dapat menanam sayuran tanpa membutuhkan lahan yang luas serta dapat menghemat penggunaan air dan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan hidroponik juga dapat membantu menyediakan pangan segar dan bergizi bagi keluarga sekaligus mendukung kemandirian pangan di tingkat kampung.

Selain aspek pangan, pengembangan hidroponik dinilai memiliki manfaat dalam mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.

“Melalui pemberdayaan hidroponik, desa-desa dapat menjadi lebih mandiri, sehat, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga menghadirkan Malahayati, S.Tr.P., penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prafi. Ia memberikan materi mengenai teknik pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya tanaman tanpa harus melakukan perluasan lahan pertanian.

“Tanaman yang ditanam tumbuh dengan nutrisi yang terkontrol dan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca,” jelas Malahayati.

Corie mengatakan, penerapan hidroponik di Kampung Sumber Boga diharapkan mampu mendorong keluarga dan masyarakat kampung memproduksi sayuran secara mandiri, sehingga kebutuhan pangan sehat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Baca juga: Tim Ekspedisi Patriot Unair Dorong Desa Sehat di Kawasan Transmigrasi Prafi

Antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Tim 11 TEP. Warga tidak hanya mengikuti penyuluhan, tetapi turut aktif dalam praktik yang diberikan.

“Kami berharap antusiasme masyarakat ini terus berlanjut selama proses pendampingan, mulai dari penanaman, perawatan hingga masa panen,” ujar Corie.

Ia menegaskan, keberlanjutan program menjadi perhatian utama tim, terutama melalui penguatan kapasitas masyarakat dan optimalisasi pemanfaatan lahan serta sumber daya air.

“Keberlanjutan program harus didukung dengan pemberdayaan ekonomi kampung berbasis pertanian berkelanjutan,” pungkasnya.

Laporan: Yamander Yansenem

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *