Dari Tobati untuk Papua: BTM Didoakan, Diberkati dan Diperjuangkan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Ondoafi Besar Kampung Tobati-Injros Johan Yanti Hamadi saat memakaikan topi adat kepada Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano (BTM) di Para-para adat Hamadi, Kampung Tobati, Selasa (29/7).

Saatnya Anak Port Numbay Pimpin Papua: Ondoafi Tobati-Injros Serukan Suara untuk 01

banner 325x300

Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Dukungan penuh mengalir dari Kampung Tobati-Injros untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua nomor urut 01, Benhur Tomi Mano dan Constan Karma (BTM-CK). Dalam kampanye terbuka yang digelar di kampung pesisir Teluk Youtefa, Selasa (29/7), suara adat dan suara perempuan bersatu menyatakan sikap: saatnya anak negeri memimpin Papua.

Di hadapan masyarakat adat dan simpatisan, Ondoafi Besar Tobati-Injros, Johan Yanti Hamadi, menyampaikan restu adat secara terbuka. Ia menyebut kehadiran BTM sebagai momentum bersejarah yang tidak boleh dilewatkan.

“Di Negeri Matahari ini, seorang anak kampung Tobati maju berperang untuk jadi Gubernur Papua. Sebagai Ondoafi Besar, saya restui, saya berkati, saya dukung penuh,” tegas Johan.

Ondoafi Johan tidak hanya menyerukan dukungan dari kampungnya, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat Tabi, dari pesisir Pantai Jayapura, Danau Sentani, Lembah Grimenawa, hingga ke Sarmi dan Mamberamo, bersatu memberi suara untuk BTM-CK.

“Selama ini, Papua dipimpin oleh banyak saudara dari luar. Sekarang, anak Port Numbay punya kesempatan. Mari kita dukung, mari kita menangkan Benhur Tomi Mano!”

Ondo Hamadi juga himbau kepada semua penduduk Kota Jayapura, dari berbagai latar belakang etnis, untuk tidak lupa pada tanah yang telah memberi mereka hidup.

“Kota ini telah kau tempati, kau nikmati alam dan tanahnya. Tunjukkan rasa terima kasihmu: pilih anak negeri, pilih nomor 01!”

Semangat perjuangan juga digaungkan oleh Ketua Relawan JANGKAR Magdalena Mano Haay, yang mewakili suara perempuan Tobati-Injros. Dengan simbol “jangkar” sebagai pegangan perjuangan, ia menyampaikan bahwa para perempuan adat berdiri di garda terdepan menjaga arah perjuangan BTM.

“Kami perempuan bukan hanya penonton. Kami jangkar yang menahan kapal BTM saat badai datang. Kami berdiri, berdoa, dan berjuang bersama anak kami! tegas Magdalena

Magdalena tegaskan bahwa perempuan Tobati terbiasa menanggung derita demi keberhasilan anaknya. Hari ini, katanya, seluruh doa dan air mata perempuan Port Numbay tertuju untuk kemenangan BTM-CK.

“Kami mewakili mama-mama dan nene-nene yang masih ada dan yang telah tiada. Kami berdiri mewakili leluhur yang telah melahirkan Benhur Tomi Mano. Sekarang, kami akan menangkan anak kami jadi gubernur!”

Pesan politik disampaikan dengan nilai budaya dan spiritual yang kental, mengakar pada tanah leluhur Tobati-Injros dan menyentuh semua lapisan masyarakat.

“Tuhan menolong BTM. Tuhan menolong Papua. Kami siap berjuang. Kami pilih nomor 01!”

Laporan: Roy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *