Bupati YW: Hanya Orang Nekat yang Bangun 3 Rumkit Sekaligus

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Istimewa | Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda dan Haris Ricard Yocku, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Tipe D Pratama di Kampung Nimbotong, Distrik Unurumguay, Rabu (28/5/2025).

Yunus Wonda: Akan Bangun Rumkit di Unurumguay, Demta dan Kaureh

banner 325x300

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Haris Ricard Yocku, S.H., resmi memulai pembangunan Rumah Sakit Tipe D Pratama di wilayah pembangunan IV Kabupaten Jayapura, tepatnya di Kampung Nimbotong, Distrik Unurumguay, Rabu (28/5/2025).

Pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Wonda–Yocku untuk mewujudkan visi dan misi dalam bidang kesehatan, yakni membangun tiga rumah sakit baru di wilayah terluar Kabupaten Jayapura.

“Saya sangat tersentuh ketika masyarakat menyampaikan, ‘Kami tidak minta uang, kami hanya minta rumah sakit.’ Ini menunjukkan betapa besar kerinduan mereka terhadap akses pelayanan kesehatan yang memadai,” ujar Bupati Yunus Wonda dalam sambutannya.

Menurutnya, selama ini masyarakat dari wilayah pembangunan IV harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan, yang sebagian besar dirujuk ke RSUD Yowari. Hal ini kerap menjadi hambatan, bahkan mengakibatkan keterlambatan penanganan pasien.

“Pelayanan kesehatan yang layak tidak boleh hanya dinikmati di pusat kota. Warga di pelosok juga berhak mendapatkannya. Karena itu, kami berdua sepakat, bahkan kalau perlu dianggap ‘gila’, kami tetap akan bangun tiga rumah sakit di masa jabatan ini,” tegasnya.

Bupati Wonda juga menyerukan dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah untuk menyukseskan pembangunan sektor kesehatan sebagai prioritas utama. Ia menegaskan, tidak ada alasan untuk tidak membangun karena ketersediaan material di wilayah ini sangat memadai.

“Jayapura bukan daerah pegunungan yang punya kendala logistik ekstrem. Di sini pasir dan batu terbaik ada di Sentani. Semua bahan tersedia. Jadi tidak ada alasan untuk tidak membangun,” tandasnya.

Wonda menambahkan, selain di Unurumguay, dua rumah sakit lainnya akan dibangun di wilayah Demta dan Kaureh. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerataan pelayanan dasar, mulai dari tingkat kampung hingga distrik.

“Fokus kami sederhana: masyarakat harus merasakan langsung hasil pembangunan, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Semua harus dimulai dari kampung,” pungkasnya.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *