Bupati Jayapura Tinjau Puskesmas Lereh, Kapus Sampaikan Kendala Fasilitas dan Layanan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH. bersama para pejabat ketika berpose dengan kepala Puskesmas Lereh, Poibe Mawar Manurung, A.M.d.Farm., dan para petugas di Aula Puskesmas Lereh, Sabtu pagi (12/7).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Kepala Puskesmas Lereh, Poibe Mawar Manurung, A.Md.Farm., menyampaikan secara langsung berbagai kendala pelayanan kesehatan kepada Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., dalam pertemuan di Aula Puskesmas Lereh, Sabtu pagi, 12 Juli 2025.

banner 325x300

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Bupati Jayapura ke Distrik Kaureh. Sehari sebelumnya, pada Jumat malam, 11 Juli 2025, Bupati bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote, dan Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay menghadiri peletakan batu pertama pembangunan rumah pastori di Kantor Klasis GKI Nawa Wirway, Kampung Lapua.

Keesokan harinya, Bupati didampingi sejumlah pejabat perangkat daerah kembali mengunjungi Distrik Kaureh dan melakukan tatap muka dengan jajaran tenaga kesehatan di Puskesmas Lereh.

Dalam penyampaiannya, Kapus Poibe menyoroti sejumlah persoalan krusial yang masih menghambat optimalisasi layanan kesehatan di wilayah terpencil tersebut. Di antaranya adalah minimnya fasilitas gedung puskesmas, keterbatasan rumah dinas bagi tenaga kesehatan, serta kebutuhan akan kendaraan operasional untuk menunjang rujukan pasien ke rumah sakit kabupaten.

“Untuk mencapai pusat kota memerlukan waktu sekitar enam jam perjalanan. Ketika ada pasien yang harus dirujuk, sering kali kami terkendala karena tidak adanya mobil operasional tambahan,” ungkap Poibe.

Ia menambahkan, beberapa fasilitas yang telah diusulkan sebelumnya, seperti pembangunan rumah dinas dan Pustu Yadauw, hingga saat ini belum direalisasikan meski telah disetujui dalam Musrenbang sejak tahun 2024.

“Kami juga sampaikan bahwa rumah dinas petugas telah diusulkan sejak tahun lalu, namun hingga pertengahan 2025 belum ada pembangunan fisiknya,” jelasnya.

Dalam hal layanan pasien, Poibe menyebut bahwa Puskesmas Lereh melayani rata-rata 25 pasien per hari. Kasus-kasus rujukan pun kerap mendesak, seperti pasien gigitan ular, babi hutan, atau cedera akibat tombak ikan. Namun, proses rujukan ke RSUD Youwari sering menemui hambatan administratif.

“Banyak pasien ditolak rumah sakit karena tidak memiliki BPJS atau dokumen kependudukan lengkap. Ini menjadi beban tersendiri bagi kami di lapangan,” tuturnya.

Ia juga menyinggung kekurangan dokter spesialis di rumah sakit rujukan sebagai kendala tambahan, meskipun puskesmas telah menjalankan prosedur sesuai standar operasional.

Meski demikian, Poibe menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima kabar baik terkait pencairan insentif tenaga kesehatan serta pembayaran gaji kontrak yang sempat tertunda.

“Sebelum kunjungan Bupati, tenaga kesehatan kami telah menerima insentif tujuh bulan terakhir. Gaji kontrak juga sudah dibayarkan. Ini tentu memberi semangat baru bagi kami,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Poibe menyampaikan harapan masyarakat dan tenaga kesehatan agar ke depan Puskesmas Lereh dapat memperoleh tambahan ruang rawat inap yang layak, bahkan jika memungkinkan, pembangunan gedung baru.

“Bapak Bupati merespons positif dan menyatakan akan mengarahkan usulan-usulan ini untuk dibahas dalam penganggaran tahun 2026,” jelasnya.

Kunjungan ini menjadi momen penting bagi pemerintah daerah untuk menyerap langsung aspirasi dari lini pelayanan dasar. Kehadiran kepala daerah di tengah-tengah masyarakat diharapkan membawa perubahan nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan di wilayah pedalaman Kabupaten Jayapura.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *