Bupati Jayapura Lantik Pengurus PGGJ 2025–2030, Tegaskan Pentingnya Persatuan Gereja

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan / Bupati dan Wakil Bupati Jayapura foto bersama Ketua dan Pengurus PGGJ 2025–2030 usai pelantikan di GPdI Elohim, Sentani.

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., secara resmi melantik Badan Pengurus Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ) masa bhakti 2025–2030, dalam acara yang berlangsung di Gedung Gereja GPdI Elohim, Jalan Sosial, Kota Sentani, Senin (12/5/2025).

banner 325x300

Pelantikan ini menjadi penanda penting kembalinya PGGJ sebagai wadah representatif 48 denominasi gereja di Kabupaten Jayapura setelah sempat vakum selama hampir tiga tahun.

Dalam sambutannya, Bupati Yunus Wonda menekankan pentingnya persatuan di tubuh PGGJ dan mengajak seluruh jemaat untuk menghindari dualisme serta perpecahan.

“Saya berharap pelantikan ini menjadi simbol bahwa tidak ada lagi dualisme dalam tubuh PGGJ. Gereja harus menjadi alat pemersatu, bukan pemecah belah,” tegas Yunus, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PGGJ.

Ia mengungkapkan, upaya konsolidasi telah dilakukan bersama Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, yang juga turut hadir dalam acara tersebut. Pemerintah kemudian mengambil langkah membentuk panitia konferensi yang menghasilkan pengurus baru.

“Kita bersyukur semua proses telah berjalan baik. Puncaknya hari ini, ketika kita menyaksikan pelantikan pengurus baru. Ini momentum untuk bangkit dan melayani lebih baik,” ujarnya.

Kepada seluruh pihak yang mungkin belum menerima hasil pelantikan, Yunus mengajak untuk bersikap dewasa dan tetap mengedepankan semangat pelayanan.

“Jabatan ini hanya lima tahun. Mari gunakan waktu ini untuk melayani, bukan berdebat. Kita ini hamba Tuhan, bukan pencari jabatan. Jadi mari bersatu dan jalankan amanah pelayanan dengan hati,” pesannya.

Bupati juga berharap PGGJ di bawah kepemimpinan baru dapat memperkuat kolaborasi lintas denominasi serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembinaan kerohanian dan generasi muda.

PGGJ harus menjadi pelopor transformasi gereja. Pemerintah tidak bisa masuk dalam ranah gereja, tapi kita bisa bekerja sama dalam pembinaan moral dan karakter generasi muda sesuai AD/ART masing-masing gereja,” imbuhnya.

Ia juga berpesan agar pengurus baru menjadi teladan dan terus menebar kasih, sebagaimana ajaran iman Kristen.

Sementara itu, Ketua PGGJ terpilih, Pdt. Izak Randi Hikoyabi, menyampaikan syukur atas terselenggaranya pelantikan dan menyatakan kesiapan menjalankan tugas bersama pengurus lainnya.

“Kami mengucap syukur kepada Tuhan dan berterima kasih atas dukungan luar biasa dari Bupati dan Wakil Bupati Jayapura sejak terbentuknya panitia konferensi pada 2 Mei lalu. Hari ini kami sah sebagai kepengurusan baru dan siap bekerja sama demi pelayanan yang lebih baik,” ujar Pdt. Izak.

Acara pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan antar perwakilan gereja dari berbagai denominasi.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *