Dok JMF/ Ketua Bawaslu Kabupaten Jayapura, Zacharias Rumbewas
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jayapura mengawasi jalannya debat publik kedua Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura pada Senin, 18 November 2024.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH), Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.
Debat kedua mengangkat tema Tata Kelola Pemerintahan dan Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penguatan Nasionalisme Kebangsaan dalam Bingkai NKRI. Acara ini diikuti oleh lima pasangan calon (paslon):
1. Paslon Nomor Urut 1: Ted Yones Mokay – Pardi 2. Paslon Nomor Urut 2: Yunus Wonda – Haris Richard S. Yocku
3. Paslon Nomor Urut 3: Jan Jap L. Ormuseray – Asrin Rante Tasak
4. Paslon Nomor Urut 4: Yohannis Manangsang Wally – Daniel Mebri 5. Paslon Nomor Urut 5: Alpius Toam – Giri Wijayantoro
Ketua Bawaslu Kabupaten Jayapura, Zacharias Rumbewas, menegaskan bahwa pelaksanaan debat kedua ini telah sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ditetapkan KPU.
Ia menekankan pentingnya netralitas panitia dan moderator dalam memastikan debat berjalan dengan lancar dan adil.
“Kami memastikan bahwa materi debat sudah sesuai ketentuan dan fokus pada visi misi masing-masing pasangan calon. Tidak ada serangan pribadi atau pelanggaran kampanye dalam pelaksanaan debat ini,” ujar Zacharias kepada media usai debat.
Ia juga menambahkan, bahwa proses debat kedua berlangsung serupa dengan debat pertama, yang berjalan lancar dan kondusif.
“Mulai dari debat pertama hingga kedua, semuanya berjalan baik. Kami pastikan pelaksanaan debat sesuai dengan ketentuan dan prosedur,” lanjutnya.
Menurut Zacharias, debat publik ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami visi, misi, dan program kerja paslon.
Hal ini diharapkan dapat membantu pemilih menentukan pilihan secara bijak.
“Debat merupakan salah satu metode kampanye yang diatur dalam PKPU. Kami berharap paslon memanfaatkan debat ini untuk menyosialisasikan program kerja mereka dengan jelas dan meyakinkan,” tuturnya.
Bawaslu juga memastikan tidak ada diskriminasi atau perlakuan berbeda terhadap setiap paslon selama debat berlangsung.
Debat publik kedua menjadi momen penting dalam tahapan Pilbup Jayapura. Dengan pengawasan yang ketat, Bawaslu Kabupaten Jayapura berharap suasana kondusif dapat terus terjaga hingga masa kampanye selesai.
“Kami mengapresiasi kelima paslon yang serius memaparkan visi dan misi mereka dalam debat ini. Semoga masyarakat dapat memanfaatkan informasi yang disampaikan untuk memilih pemimpin yang tepat,” tutup Zacharias.
Pelaksanaan debat ini diharapkan menjadi ajang bagi para calon kepala daerah untuk memperkuat komunikasi politik dengan masyarakat, sekaligus memberikan jaminan bahwa setiap tahap Pilbup Jayapura berlangsung secara adil dan transparan. (Fan)
















