Foto: istimewa | Tampak Ibu Yanni, SH., Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otsus Papua ketika berjabat tangan dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (16/12).

Jakarta, jurnalmamberamofoja.com — Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Yanni, menilai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada para kepala daerah se-Papua semakin memperjelas posisi dan peran strategis Komite Otsus dalam mempercepat pembangunan di Tanah Papua.
Hal itu disampaikan Yanni usai mengikuti pengarahan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12). Pertemuan tersebut dihadiri enam gubernur se-Papua, 42 bupati dan wali kota, serta 10 anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua.
Menurut Yanni, Presiden secara tegas menjelaskan bahwa pembentukan Komite Otsus dimaksudkan untuk membantu dan memperkuat kerja para gubernur dan bupati agar pembangunan Papua berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
“Presiden menegaskan komite ini hadir untuk membantu kepala daerah, bukan menggantikan kewenangan mereka. Tujuannya agar percepatan pembangunan Papua benar-benar terasa di masyarakat,” ujar Yanni, Rabu (17/12).
Baca juga: Yanni Dorong Peneguhan Papua sebagai “Tanah Injili yang Diberkati”
Ia menjelaskan, Presiden juga menekankan pentingnya sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Komite Eksekutif Otsus Papua, Bappenas, serta kementerian dan lembaga terkait.
Dalam forum tersebut, para kepala daerah diminta menyampaikan secara terbuka berbagai kendala dan prioritas pembangunan di daerah masing-masing. Selanjutnya, pemerintah pusat akan menyesuaikan dengan kemampuan fiskal dan program nasional yang sedang berjalan.
“Presiden ingin pembangunan Papua dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar program di atas kertas,” kata Yanni.
Presiden Prabowo juga memaparkan sejumlah program prioritas nasional di Papua, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan, meski masih perlu diperluas ke wilayah-wilayah terpencil.
Selain itu, pembangunan dan renovasi sekolah, penguatan sekolah rakyat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian utama pemerintah pusat.
Di sektor infrastruktur, Presiden kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Jalan Trans Papua. Menurut Yanni, konektivitas antarwilayah dipandang sebagai kunci membuka isolasi daerah dan menekan biaya logistik yang selama ini membebani masyarakat.
Presiden juga menaruh perhatian pada ketahanan pangan, dengan mendorong setiap kabupaten di Papua mengembangkan swasembada sesuai potensi lokal masing-masing.
Penekanan Tata Kelola
Yanni mengungkapkan, Presiden memberikan penekanan khusus kepada para kepala daerah terkait tata kelola pemerintahan dan penggunaan dana Otsus. Kepala daerah diminta menggunakan anggaran secara bertanggung jawab dan lebih sering berada di tengah masyarakat.
“Presiden mengingatkan agar dana Otsus tidak digunakan untuk perjalanan ke luar negeri yang tidak prioritas. Kepala daerah diminta lebih banyak hadir di daerah dan bertanggung jawab langsung kepada rakyat,” ujarnya.
Presiden juga meminta Kementerian Dalam Negeri untuk memperketat pengawasan, termasuk memastikan kepala daerah tidak terlalu lama berada di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyoroti potensi pariwisata Papua, khususnya Raja Ampat. Menurut Yanni, Presiden mengingatkan agar pengembangan pariwisata dilakukan secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan.
“Raja Ampat adalah wajah Papua di mata dunia. Presiden menekankan agar kekayaan alam ini dijaga dan tidak dikorbankan demi kepentingan jangka pendek,” kata Yanni.
Fokus Pembangunan Manusia
Sebagai anggota Komite Eksekutif yang membidangi Kelompok Kerja Pembangunan Manusia dan Pendidikan, Yanni menegaskan bahwa arahan Presiden sangat jelas: percepatan pembangunan Papua harus bertumpu pada manusia.
Peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses sekolah hingga wilayah terpencil, serta penguatan kualitas guru dinilai menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan.
Baca juga: Yanni Harap Presiden Hadiri Natal Papua dan Tetapkan Papua sebagai Tanah Injili
“Kalau infrastruktur dibangun, pangan tersedia, tetapi manusianya tidak disiapkan, maka hasil pembangunan tidak akan maksimal,” tegasnya.
Yanni berharap, setelah arahan langsung Presiden Prabowo, koordinasi antara Komite Eksekutif Otsus Papua dan para kepala daerah semakin solid dan terbuka. Kejelasan peran dinilai akan mempercepat pengambilan keputusan dan pelaksanaan program di lapangan.
“Arahan Presiden sudah sangat jelas. Tugas kami sekarang memastikan seluruh kebijakan itu benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata demi kesejahteraan rakyat Papua,” pungkas Yanni.
Laporan: M. Irfan

















