Foto: istimewa | Anderson Tokoro, Ondofolo Rokhoro Heay Seat Kampung Homfolo.
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Ondofolo Rokhoro Heay Seay Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, menegaskan pentingnya menghormati pemimpin-pemimpin adat di wilayah Kabupaten Jayapura, khususnya di tanah adat Suku Sentani. Penegasan ini ia sampaikan dalam keterangan pers di Kota Sentani, Distrik Sentani, Papua, belum lama ini.
Sebagai tokoh adat dan juga Panglima Besar Igwa-igwa, Anderson Tokoro menyampaikan keprihatinannya atas sikap sebagian pihak yang dinilai mulai mengabaikan nilai-nilai penghormatan terhadap struktur adat dan para pemimpin adat.
“Saya tegaskan, hormatilah setiap pemuka adat di mana pun mereka berada. Secara khusus, saya sampaikan bahwa Bapak Ramses Wally adalah Yo’ Ondofolo Kampung Babrongko yang sah, karena beliau merupakan keturunan langsung dari Ondofolo Hejalang Pholeleuw,” ujar Anderson.
Ia pun mengingatkan semua pihak untuk tidak lagi merendahkan atau mempersoalkan posisi Ramses Wally sebagai pemimpin adat. Menurutnya, tindakan seperti itu tidak hanya mencederai nilai-nilai budaya, tetapi juga bisa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat adat.
“Kepada masyarakat, saya harap kita semua menjaga dan menghormati tatanan adat istiadat. Jangan ada lagi yang melampaui batas. Seorang Ondofolo tidak bisa ditegur sembarangan, apalagi oleh mereka yang bukan bagian dari struktur adat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ondo Anderson menjelaskan pentingnya menjaga posisi dan peran sesuai dengan tatanan adat. “Ondofolo berbicara dengan Ondofolo, Khose dengan Khose, Akhona dengan Akhona. Tidak bisa sembarangan. Jangan bersikap arogan atau sewenang-wenang terhadap pemimpin adat. Ingat, di atas kita masih ada para pemimpin yang harus dihormati,” katanya.
Ia juga menyoroti perubahan sikap sebagian masyarakat yang dinilai sudah mulai melupakan tradisi lama, terutama dalam hal pengabdian kepada raja atau pemimpin adat.
“Hari ini saya lihat banyak masyarakat yang lupa. Mereka tidak lagi membawa hasil kebun, hasil buruan atau ikan kepada Ondofolo seperti dulu. Padahal itu adalah bentuk penghormatan dan pengabdian,” ujarnya.
Di akhir pesannya, Ondo Anderson Tokoro kembali mengajak masyarakat untuk menampilkan sikap sopan dan rendah hati dalam kehidupan bermasyarakat. “Hargai pemimpinmu, jaga sikap, maka berkat akan mengikuti hidupmu,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan

















