DP3AKB Mambra Studi Banding ke Makassar, Pelajari Model Shelter Warga Tangani KDRT

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Kepala DP3AKB Mamberamo Raya, Dorce Muabuay, S.Pd bersama Kabid DP3A Kota Makasar Hj. Hapidah Djalante, S.IP, bersama  Sekretaris Shelter Drs. H. Syakhruddin DN, M.Si., saat Bimtek, untuk mempelajari Strategi Penanganan dan Perlindungan Terhadap Perempuan Korban KDRT, 10-13 Juni 2025.

Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja — Dalam upaya memperkuat layanan perlindungan terhadap perempuan dan anak, khususnya korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Mamberamo Raya melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) sekaligus studi banding ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

banner 325x300

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak 10 hingga 13 Juni 2025. Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah kunjungan langsung ke Shelter Warga Kelurahan Pa’Baeng-Baeng di Jalan Andi Tonro I No. 6, Kota Makassar, salah satu shelter percontohan terbaik dalam penanganan kasus perempuan dan anak di tingkat kelurahan.

Rombongan DP3AKB Mamberamo Raya disambut hangat oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Hj. Hapidah Djalante, S.IP, serta jajaran pengelola shelter yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Shelter, Drs. H. Syakhruddin DN, M.Si.

Selama kunjungan, para peserta studi banding mendapat pemaparan lengkap mengenai mekanisme kerja shelter, pola koordinasi lintas sektor, serta strategi pemberdayaan masyarakat dalam penanganan KDRT. Diskusi juga mengulas strategi pencegahan berbasis komunitas serta layanan psikososial bagi para korban.

Kepala DP3AKB Mamberamo Raya, Dorce Muabuay, S.Pd menyampaikan apresiasi atas keterbukaan informasi dan sambutan hangat dari tuan rumah.

“Kami sangat bersyukur dapat belajar langsung dari pengalaman Makassar yang sudah jauh lebih maju dalam membentuk sistem perlindungan perempuan dan anak. Banyak hal yang kami pelajari dan akan kami jadikan referensi dalam membentuk shelter serupa di Mamberamo Raya,” ujar Dorce.

Ia menambahkan bahwa KDRT masih menjadi isu krusial di Mamberamo Raya, sehingga perlunya inovasi layanan berbasis masyarakat seperti yang telah diterapkan di Kota Makassar.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat. Kami belajar tentang proses pembentukan shelter, alur penanganan kasus, hingga pola pemberdayaan yang dilakukan pengurus shelter. Semoga praktik baik ini bisa kita adopsi sesuai konteks lokal di Papua,” imbuhnya.

Sementara itu, Hj. Hapidah Djalante mengungkapkan bahwa Shelter Pa’Baeng-Baeng merupakan salah satu dari 102 shelter aktif di Kota Makassar, yang menjadi rujukan dalam penanganan kasus-kasus kekerasan berbasis gender.

“Shelter ini menjadi salah satu model terbaik, dan kami senang bisa berbagi pengalaman dengan rekan-rekan dari Mamberamo Raya. Harapan kami, ke depan akan ada kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang lebih intens,” ungkapnya.

Sekretaris Shelter, H. Syakhruddin DN, juga menyampaikan rasa syukur karena shelter yang dipimpinnya dipercaya menjadi lokasi kunjungan daerah lain dari Papua. Ia pun memperkenalkan keberadaan Tim Reaksi Cepat (TRC), yang menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus di lapangan.

“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama. Semoga ini menjadi awal dari kemitraan yang saling menguatkan antar daerah,” kata Syakhruddin.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran staf DP3AKB Mamberamo Raya, perwakilan Lurah Pa’Baeng-Baeng, Kasi Pemerintahan Kelurahan, Babinsa Serma Kamaruddin, serta seluruh anggota TRC Shelter Warga Pa’Baeng-Baeng.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cenderamata dari Kepala DP3AKB Mamberamo Raya kepada DP3A Kota Makassar dan pengelola Shelter Pa’Baeng-Baeng, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk penghormatan dan kenangan atas kunjungan yang penuh makna ini.

Laporan: Willy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *