Foto: Istimewa | Nampak Sekda Kepulauan Yapen, Erny Renny Tania, S.IP., bersama Dandim 1709/Yawa Letkol Inf. Baskoro Wijaya Adamanto, Kabag Ops Polres Yapen AKP Septinus Osleky, perwakilan Yayasan YPPBI dan YJEP Albert Wenggi, serta Ketua Yayasan Perabu (YPPBI) Yapen, Alfons Wamafma, dan Kepala Dapur Fernando Nari berfoto bersama usai peluncuran program MBG di SMPN Menawi, Selasa (17/6).
Serui, Jurnal Mamberamo Foja — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menyampaikan apresiasi atas peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pelita Perabu Berjaya Indonesia (YPPBI). Kegiatan tersebut berlangsung Selasa pagi (17/6) di SMP Negeri Menawi, Distrik Angkaisera.
Hadir dalam peluncuran ini sejumlah unsur Forkopimda dan lembaga mitra, antara lain Sekretaris Daerah Yapen, Erny Renny Tania, S.IP., mewakili Bupati Kepulauan Yapen, Dandim 1709/Yawa Letkol Inf. Baskoro Wijaya Adamanto, Kabag Ops Polres Yapen AKP Septinus Osleky, serta perwakilan dari YPPBI Papua dan Yayasan Johan Edelweis Papua (YJEP) Albert K. Wenggi juga merupakanKetua Yayasan Perabu (YPPBI) Kabupaten Yapen, Alfons Wamafma dan Kepala Dapur Fernando Nari.
Sebelum acara dimulai, Sekda Tania sempat berdialog langsung dengan sejumlah siswa penerima manfaat program ini. Ia menanyakan kebiasaan sarapan mereka, apakah membawa bekal minum, serta apakah mereka menerima uang jajan dari rumah. Sebagian siswa mengaku belum sempat sarapan, ada yang hanya makan kue atau nasi dengan teh, dan beberapa tidak membawa tumbler ataupun uang jajan.
Usai sesi tanya jawab, Sekda bersama jajaran yang hadir secara simbolis membagikan makanan gratis kepada siswa yang telah berbaris di halaman sekolah.
Dalam sambutannya, Sekda Erny Tania menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas pelaksanaan program nasional MBG yang mulai dirasakan langsung oleh para siswa di daerah.
Ia juga menanyakan langsung kepada pengurus yayasan terkait cakupan program. Dijelaskan bahwa tahap awal program MBG ini mencakup ribuan siswa di Distrik Angkaisera dan Yawakukat.
Namun, Sekda memberi catatan khusus mengenai penggunaan wadah plastik sekali pakai untuk makanan. Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah yang baik mengingat volume konsumsi makanan harian yang besar.
Selain makanan, Sekda juga menanyakan terkait pemberian susu UHT bagi siswa. Disampaikan bahwa susu akan dibagikan dua kali dalam seminggu.
Sementara itu, Bendahara YPPBI Provinsi Papua yang juga perwakilan Yayasan Johan Edelweis Papua (YJEP) Wilayah Saireri, Spey A.K. Wenggy, menyampaikan bahwa pelaksanaan dapur MBG di Menawi merupakan lokasi kedua setelah Sentani, Kabupaten Jayapura.
Ia menegaskan bahwa YPPBI akan terus berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan program MBG maupun program pemerintah lainnya.
“Pelaksanaan dapur MBG di Menawi ini merupakan lokasi kedua setelah sebelumnya dilakukan di Sentani, Kabupaten Jayapura. Kami di YPPBI tetap berkomitmen untuk terus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan demi menyukseskan program MBG dan berbagai program pemerintah lainnya,” ujar Spey.
Selanjutnya ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Berbasis Inklusi (YPPBI) Kabupaten Kab. Yapen Alfons Wamafma melaporkan bahwa jumlah total penerima manfaat dari program tersebut mencapai 3.032 orang, yang tersebar di jenjang pendidikan mulai dari TK/PAUD hingga SD, SMP, dan SMA/SMK.
Untuk mendukung pelaksanaan program, telah direkrut 15 tenaga kerja pada tahap awal, dan jumlah ini direncanakan akan bertambah secara bertahap menyesuaikan jumlah penerima manfaat.
“Saat ini ada 3.032 penerima manfaat yang tersebar di semua jenjang, mulai dari TK/PAUD hingga SMA/SMK. Kami juga sudah merekrut 15 tenaga kerja di tahap awal, dan akan terus bertambah seiring peningkatan kebutuhan layanan,” ungkap Alfons.
Kemudian, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menawi, Fernando Nari, turut melaporkan bahwa penggunaan alat bantu berupa ompreng saat ini masih dalam proses perjalanan menuju lokasi.
“Penggunaan ompreng sebagai bagian dari kebutuhan operasional saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi,” kata Fernando singkat.
Dengan hadirnya program ini, diharapkan gizi siswa dapat semakin meningkat dan semangat belajar pun terus tumbuh di lingkungan sekolah-sekolah di Kepulauan Yapen.
Laporan: Roy

















