Foto: Luis Awantano / Tampak di atas Dermaga Yaripai, Nikodemus Kamarea, Frans Esau Beru, Yulius Kamarea, dan Sekretaris Kampung Bariwaro Natanyel Beru (berbaju merah), Sabtu (17/5).
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja – Kesadaran akan pentingnya infrastruktur dasar mendorong warga Kampung Bariwaro, Distrik Waropen Atas, Kabupaten Mamberamo Raya, membangun dermaga sederhana di pesisir Sungai Yaripai. Pembangunan ini dilakukan secara swadaya atas inisiatif Sekretaris Kampung Bariwaro, Natanyel Beru.
Dermaga yang kini dikenal sebagai Dermaga Yaripai dibangun untuk mempermudah aktivitas bongkar muat kapal kayu, tongkang, serta memperlancar arus transportasi barang dan penumpang antar kampung di kawasan pesisir sungai. Selama ini, warga sering mengalami kesulitan akibat ketiadaan tempat bersandar yang memadai bagi kapal yang datang.
“Kalau tidak hati-hati, kendaraan bisa terperosok ke sungai. Beberapa tahun lalu, alat berat ekskavator dan mobil hilux pernah tenggelam di sekitar sini. Tidak bisa diangkat lagi karena kedalaman sungai mencapai 20 sampai 50 meter,” ungkap Natanyel Beru saat ditemui di lokasi dermaga, Sabtu (17/5/2025).
Pembangunan dermaga dimulai sejak April 2025 dan dilakukan secara gotong royong. Warga menggunakan material seadanya, seperti beberapa batang pohon yang disusun membentuk tanggul, kemudian ditimbun tanah hingga membentuk area berukuran sekitar 6 x 6 meter.
Sebagian besar warga laki-laki dewasa turut serta menyumbangkan tenaga, sementara para perempuan dan anak-anak berperan dengan menyiapkan makanan dan minuman bagi para pekerja setiap hari.
Nikodemus Kamarea, salah satu warga yang terlibat, menyebut keberadaan dermaga ini sangat vital bagi masyarakat. Selama ini, kapal pengangkut barang kebutuhan pokok dan logistik proyek sering kali kesulitan bersandar, yang berdampak pada keterlambatan distribusi.
“Kami sangat membutuhkan pelabuhan seperti ini. Biasanya kalau kapal datang, kami kesulitan bongkar muat karena tidak ada tempat sandar. Sekarang jadi lebih mudah dan aman,” kata Niko Kamarea.
Ia menambahkan, dermaga juga membantu mobilitas penumpang dari kampung lain dan mempercepat pengiriman barang dari ibu kota kabupaten.
Meskipun bersifat sementara dan dibangun dengan peralatan terbatas, warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih. Natanyel Beru berharap Dinas Perhubungan Kabupaten Mamberamo Raya dapat membangun pelabuhan permanen berbahan beton yang lebih kokoh dan layak digunakan dalam jangka panjang.
“Harapan kami, pemerintah daerah bisa melihat upaya kami ini dan merespons dengan membangun dermaga yang lebih representatif dan permanen,” ujar Natanyel.
Pembangunan Dermaga Yaripai secara swadaya adalah bukti nyata bahwa masyarakat lokal mampu menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah yang belum sepenuhnya tersentuh program pemerintah. Namun, mereka tetap membutuhkan dukungan agar inisiatif ini berkelanjutan dan mampu memperkuat konektivitas antar kampung di pesisir Mamberamo Raya.
Laporan: Roy

















