Foto: Willy / Habel Iriori, penanggung jawab aksi
Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja – Warga Kampung Warembori, Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, mengancam akan menutup dengan melakukan pemalangan muara Sungai Mamberamo pada Rabu (26/3).
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak adil dalam penggunaan APBD, khususnya terkait bantuan bagi warga yang meninggal di luar daerah.
Habel Iriori, penanggung jawab aksi pemalangan yang juga anggota DPRK Mamberamo Raya, menegaskan bahwa selama ini warga Warembori tidak pernah mendapatkan bantuan APBD untuk biaya pemakaman di luar kabupaten, sementara kampung lain mendapatkannya.
“Kami kecewa! Mengapa kampung lain mendapat bantuan, tapi kami tidak? Padahal Warembori adalah bagian dari Kabupaten Mamberamo Raya dan menjadi pintu masuk utama melalui jalur laut,” tegasnya.
Sebagai syarat untuk menghentikan aksi, warga menuntut pemerintah daerah segera mengakomodasi lima poin berikut:
1. APBD harus dibagi per kampung untuk biaya pemakaman.
2. Biaya pengiriman jenazah, perlengkapan pemakaman, serta ritual tiga malam dan 40 hari harus ditanggung APBD.
3. Setiap ASN yang meninggal wajib mendapat pembiayaan dari APBD.
4. Warga yang meninggal di luar daerah harus menjadi tanggung jawab pemerintah.
5. DPRD harus mengesahkan anggaran pemakaman per kampung dalam rapat paripurna.
Habel menegaskan bahwa penutupan muara Sungai Mamberamo akan berlangsung hingga tuntutan dipenuhi.
“Kalau pemerintah tidak bertindak adil, jangan salahkan kami jika akses jalur laut ini kami blokade,” tandasnya.
Laporan: Willy

















