Hadiri Paripurna Pelepasan Jenazah, Pj Bupati Jayapura: Gagasan Daud Batti Harus Dilanjutkan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan / Suasana rapat paripurna pelepasan jenazah Daud Batti, di kantor DPRK Jayapura, (15/3).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Kepergian Daud Batti, anggota DPRK Jayapura periode 2024-2029, tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga mencerminkan perjalanan panjang seorang tokoh yang mengabdikan dirinya di berbagai bidang, dari sektor kelistrikan hingga dunia politik.

banner 325x300

Dalam Rapat Paripurna Upacara Pelepasan Jenazah yang digelar di Gedung DPRK Jayapura, Sabtu (15/3/2025), berbagai tokoh hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, termasuk Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa, Ketua DPRK Jayapura Ruddy Bukanaung, dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Prosesi ini bukan sekadar pelepasan, tetapi juga pengakuan atas jasa dan kontribusi almarhum selama hidupnya.

Dari PLN hingga DPRK Jayapura: Dedikasi Seorang Putra Bangsa

Daud Batti mengawali kariernya sebagai staf PLN di Merauke pada tahun 1984. Selama lebih dari tiga dekade, ia mengabdi di sektor kelistrikan, menduduki berbagai posisi strategis di PLN, termasuk sebagai Kepala Ranting di Sentani dan Asisten Manajer Cabang di PLN Papua.

Setelah pensiun pada 2016, ia memilih terjun ke dunia politik, hingga akhirnya dipercaya menjadi anggota DPRK Jayapura dari Partai Perindo.

Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa dalam sambutannya menyebut bahwa almarhum telah menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa dalam waktu singkat.

“Kita berharap ide-ide dan gagasan beliau untuk Kabupaten Jayapura dapat diteruskan oleh rekan-rekan di DPRK, terutama dari partai tempat beliau berjuang,” ujar Siriwa.

Meninggalkan Warisan Perjuangan

Meskipun masa jabatannya di DPRK Jayapura relatif singkat, Daud Batti dikenal sebagai sosok yang berdedikasi.

Rekan-rekannya mengenangnya sebagai figur yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, baik saat masih di PLN maupun setelah masuk ke parlemen daerah.

Kini, jenazah almarhum telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.

Namun, warisan perjuangannya akan terus dikenang, bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh masyarakat yang pernah merasakan dampak dari pengabdian seorang Daud Batti.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *