Ketua Pemuda Adat Sarmi: Saksi di MK Harus Berani Ungkap Kebenaran

Foto: istimewa / Esau Saweri, ketua pemuda adat kab. Sarmi
banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa / Esau Saweri, ketua pemuda adat kab. Sarmi

Sarmi, jurnalmamberamofoja.com – Ketua Pemuda Adat Kabupaten Sarmi, Esau Sawery, menyerukan kepada para saksi yang akan memberikan kesaksian di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tampil penuh keberanian dan menyampaikan fakta dengan jujur.

banner 325x300

Ia menekankan bahwa kesaksian yang diberikan akan menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas demokrasi di Kabupaten Sarmi.

“Para saksi ini adalah pahlawan demokrasi. Mereka harus berani menghadapi segala bentuk intimidasi dan menyatakan kebenaran tanpa rasa takut. Jika ada yang salah, katakan salah. Jika benar, katakan benar. Ini momen untuk membuktikan bahwa demokrasi di Sarmi masih bisa kita selamatkan,” kata Esau dalam keterangannya di Sarmi, Selasa (17/12).

Esau menjelaskan bahwa proses persidangan di MK harus dimaknai sebagai peluang untuk menegakkan keadilan. Menurutnya, para saksi memiliki peran strategis dalam membantu majelis hakim memahami fakta yang terjadi selama proses Pilkada.

“Ini adalah ujian bagi demokrasi kita. Kita butuh masyarakat yang berani bersuara untuk memastikan keadilan ditegakkan. Jangan takut, karena ini demi masa depan bersama,” ujarnya.

Pilkada Sarmi 2024 memasuki babak krusial setelah Paslon nomor urut 02, Yanni-Jemmi Esau Maban, dan Paslon nomor urut 03, Agus Festus Moar-Mustafa Arnold Muzakkar, mengajukan gugatan ke MK. Gugatan tersebut menuding adanya pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang dilakukan oleh Paslon nomor urut 01, Dominggus-Jumiarti.

Di tengah dinamika ini, Esau mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar, khususnya di media sosial.

Ia mengingatkan bahwa gugatan di MK adalah bagian dari mekanisme demokrasi yang harus dihormati oleh semua pihak.

“Setiap warga negara yang merasa dirugikan punya hak konstitusi untuk menggugat. Kita harus menghormati proses ini dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.

Esau juga mengajak tokoh masyarakat, pemuda adat, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama proses hukum berlangsung.

Ia menekankan pentingnya mengedepankan dialog yang sehat dan menghindari bentuk-bentuk provokasi.

“Demokrasi ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita bangun politik yang sehat, bukan politik penuh konflik yang merugikan masa depan kita,” katanya.

Esau menegaskan bahwa apapun keputusan yang diambil oleh MK nantinya harus diterima dengan sikap lapang dada. Sebagai institusi hukum tertinggi, putusan MK bersifat final dan mengikat.

“Jika ada pelanggaran, biarlah hukum yang berbicara. Semua pihak harus menghormati keputusan ini demi kebaikan bersama,” tutupnya.

Esau berharap agar masyarakat tetap memprioritaskan kedamaian dan tidak terjebak dalam konflik politik yang merusak harmoni sosial di Sarmi. Ia mengingatkan bahwa hanya dengan menjaga persatuan, demokrasi di Sarmi bisa terus berkembang.

(Fan)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *