Dua Pendeta Baru GKI Pniel Kotaraja Resmi Pimpin Evaluasi USBU, Awali Pelayanan dengan Semangat Kebersamaan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Nampak rapat evaluasi dipimpin waket PHMJ GKI Pniel Pnt. Christin Luluporo didampingi Pdt. Thineke Koibur dan Pdt. Margaretha Randongkir

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Ibadah Penutupan Upaya Bersama Membangun Umat (USBU) Majelis Jemaat GKI Pniel Kotaraja, Jumat (10/7/2026), menjadi momentum bersejarah bagi warga jemaat. Untuk pertama kalinya sejak menerima penugasan, dua pendeta yang kini melayani di GKI Pniel Kotaraja hadir bersama dalam kegiatan tersebut.

banner 325x300

Kedua pendeta itu adalah Pdt. Thinneke H. Koibur, M.Si.Theol. selaku Ketua PHMJ GKI Pniel Kotaraja dan Pdt. Margaretha Randongkir, S.Th. sebagai Pelayan Jemaat. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh Majelis Jemaat dan seluruh peserta ibadah.

Selain mengikuti ibadah penutupan USBU, kedua hamba Tuhan itu langsung memimpin evaluasi pelayanan jemaat sebagai langkah awal menyusun agenda pelayanan untuk sepekan ke depan.

Dalam tradisi GKI Pniel Kotaraja, USBU merupakan kegiatan rutin setiap pekan yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pelayanan sekaligus merancang program kerja berikutnya. Karena itu, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan gereja.

Evaluasi dipimpin Wakil Ketua PHMJ III GKI Pniel Kotaraja, Pnt. Christin Luluporo, dengan penyampaian berbagai laporan mengenai kondisi jemaat, perkembangan program kerja, hingga dinamika pelayanan di 16 rayon.

Laporan tersebut menjadi bekal awal bagi Ketua PHMJ yang baru untuk memahami kebutuhan jemaat secara menyeluruh, termasuk berbagai tantangan dan capaian pelayanan yang telah dilakukan selama ini.

Dalam sambutan perdananya, Pdt. Thinneke H. Koibur menegaskan bahwa pelayanan gereja hanya dapat berjalan baik apabila dibangun dengan semangat kebersamaan.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Sebagai orang baru yang dipercayakan melayani di GKI Pniel Kotaraja, saya sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh Majelis Jemaat dalam melayani anggota jemaat yang tersebar di 16 rayon. Dengan kebersamaan, saya percaya pelayanan akan semakin baik dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ujarnya.

Usai menyampaikan sambutan, Pdt. Thinneke bersama Pdt. Margaretha memperkenalkan diri kepada seluruh anggota majelis. Suasana berlangsung penuh keakraban dan menjadi awal terbangunnya komunikasi serta kemitraan pelayanan yang semakin erat.

Baca juga: 100 Tahun Injil di Lembah Moi, GKI Serukan Kebangkitan Papua Lewat Pendidikan

Majelis Jemaat menyampaikan rasa syukur atas kehadiran kedua pendeta tersebut. Mereka berharap kepemimpinan yang baru mampu memperkuat persekutuan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membawa GKI Pniel Kotaraja terus bertumbuh dalam iman, kasih, dan kesaksian di tengah masyarakat.

Melalui evaluasi USBU, berbagai masukan, pengalaman, serta tantangan pelayanan dibahas secara terbuka sebagai dasar penyempurnaan program kerja gereja. Sinergi antara pendeta, majelis, dan seluruh unsur pelayanan diharapkan semakin kuat sehingga pelayanan kepada warga jemaat di 16 rayon dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, Majelis Jemaat juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada kedua hamba Tuhan serta mendoakan agar Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberikan hikmat, kesehatan, kekuatan, dan penyertaan dalam setiap tugas pelayanan mereka.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt. Meiske Senewe Towar, S.Th. Suasana penuh sukacita dan doa mengiringi awal pelayanan kedua pendeta di GKI Pniel Kotaraja, dengan harapan gereja terus bertumbuh menjadi berkat bagi jemaat dan masyarakat.

Laporan: Sonny Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *