Foto: istimewa | Tampak Drs. Daniel Mano, M.Si., Ketua FGM-GKI Kota Jayapura.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua Kota Jayapura menyampaikan kekecewaan terhadap proses pelantikan kepengurusan yang dinilai tidak melibatkan para penggagas organisasi maupun sejumlah unsur generasi muda yang selama ini berkontribusi dalam perjalanan forum tersebut.
Ketua DPC FGM GKI di Tanah Papua Kota Jayapura, Drs. Daniel Mano, M.Si., saat ditemui media ini di kediamannya pada Rabu (10/6), menyesalkan pelantikan yang dilakukan tanpa adanya komunikasi dan koordinasi dengan para pencetus lahirnya FGM GKI di Tanah Papua.
Menurut Daniel Mano, forum tersebut lahir dari gagasan serta perjuangan generasi muda gereja yang dipelopori almarhum John Mano. Karena itu, setiap proses penting dalam organisasi semestinya menghormati sejarah, semangat kebersamaan, serta melibatkan pihak-pihak yang memiliki peran dalam pembentukannya.
“FGM GKI di Tanah Papua dibangun sebagai wadah generasi muda gereja. Oleh sebab itu, setiap keputusan strategis seharusnya dilakukan secara terbuka dengan komunikasi yang baik serta melibatkan unsur-unsur yang memiliki kontribusi terhadap lahirnya forum ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penyusunan struktur kepengurusan yang dinilai belum mengakomodasi seluruh elemen Forum Generasi Muda GKI di Tanah Papua. Padahal, organisasi tersebut sejak awal dibentuk sebagai ruang pembinaan, pengembangan kapasitas, dan partisipasi aktif generasi muda Papua dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.

Selain persoalan keterlibatan penggagas, Mano turut mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya keterwakilan generasi muda asli Papua, khususnya dari wilayah Tabi, dalam struktur yang telah dibentuk.
Menurutnya, anak-anak asli wilayah Tabi perlu memperoleh ruang yang proporsional untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi dalam organisasi yang lahir dan berkembang di tanah mereka sendiri.
Dani Mano berharap berbagai dinamika yang muncul pasca-pelantikan dapat diselesaikan melalui dialog yang terbuka dan konstruktif. Ia menilai komunikasi yang baik menjadi kunci untuk menjaga persatuan serta keberlanjutan organisasi ke depan.
“Kita perlu duduk bersama dan membangun komunikasi yang sehat agar perjalanan FGM GKI di Tanah Papua tetap berjalan sesuai visi para pendiri serta mampu menjawab kebutuhan generasi muda Papua saat ini,” tegasnya.
FGM GKI di Tanah Papua Kota Jayapura berharap organisasi tersebut tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh generasi muda GKI di Tanah Papua dan dapat menjalankan perannya secara maksimal dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia serta masa depan Papua yang lebih baik.
Laporan: Sony Rumainum

















